Wirausaha

Koperasi Bertumbuh, Anggota Berdaya

Ahad, 4 June 2017 06:01 WIB Penulis: Iis Zatnika

MI/IIS ZATNIKA

Koperasi ini menjadi pengungkit kehidupan anggotanya, berkontribusi pada roda usaha, juga merenovasi sekolah-sekolah di sekitarnya.

SEUSAI berkeliling dari satu gang ke gang lain di Kampung Karangsari, Kabupaten Bandung, Karyati, 52, tiba di Kopersi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Mekar, Jumat (2/6) pukul sembilan pagi dengan membawa serta lima buku tabungan bersampul hijau yang sebagian telah sedikit lusuh. Nyaris setiap pekan diselipi uang, kemudian dibubuhkan nilai tabungan, penampakan buku-buku itu menjadi penanda relasi sang pemilik dengan koperasi yang telah berusia 33 tahun itu.

"Karena saya jadi Ketua Kelompok 19 yang bertanggung jawab untuk wilayah Karangsari, anggota-anggota koperasi ada yang setiap hari menitip tabungan, ada juga yang membayar cicilan pinjaman. Sebagian juga titip ketika saya lewat di depan rumahnya," kata Karyati, yang hari itu mampir ke koperasi beserta cucu laki-lakinya yang masih balita.

Menjadi anggota KSP Rukun Mekar di Jalan Ciganitri, Desa Cipagalo, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, sejak 2000, nama Karyati pun masuk daftar anggota yang memiliki Simpanan Paket Lebaran. Jika lazimnya paket Lebaran yang ditawarkan koperasi atau bahkan individu berwujud sembako yang dibagikan menjelang Lebaran dan didanai hasil tabungan, di Rukun Mekar bernilai nominal.

"Jadi mereka yang masuk daftar Simpanan Paket Lebaran sekarang berjumlah 36 orang, mengumpulkan uang-uang recehan dari orang-orang di sekelilingnya, ditabungkan di sini, nantinya akan mendapatkan jasa dari kami. Ada Pak Omi Romli, pedagang tahu keliling yang menawarkan ibu-ibu yang belanja untuk menabungkan uang kembalian, juga ibu Karyati ini," kata Hadna Setiadi,75, Ketua KSP Rukun Mekar yang juga salah satu pendiri. Hadna pada 14 Juli 2016 menerima Koperasi Award dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah AAGN Pupayoga.

Pada Sabtu (10/6) mendatang, sedikitnya Rp275 juta jasa akan dibagikan kepada 36 orang, yang disebut Hadna pengumpul uang receh itu. "Sampai akhir Maret saja sudah ada Rp4.475.179.000 dana yang terkumpul, dengan jasa yang sudah kami kalkulasi Rp275.039, dan itu tentunya sudah dan akan terus bertambah," kata Juanda, Sekretaris KSP Rukun Mekar.

Simpanan Paket Lebaran itu menjadi salah satu ikhtiar KSP ini untuk terus memutar dana anggotanya semaksimal mungkin. "Karena kami KSP, maka yang seharusnya dilakukan ialah memutar uang simpanan anggota seoptimal mungkin untuk disalurkan sebagai pinjaman, tentunya sesuai aturan. Pada 2016 kami memiliki jumlah simpanan pokok, wajib, hingga sukarela total Rp52 miliar, dari semula Rp42 miliar pada 2015. Adapun volume pinjaman pada 2016 mencapai Rp77 miliar," kata Juanda yang menerapkan aturan jumlah pinjaman maksimal tiga kali lipat simpanan, disertai jaminan untuk jumlah tertentu.

Derasnya perputaran dana KSP itu, kata Juanda, sepenuhnya bersumber pada kencangnya dana simpanan dan pinjaman anggota. Dirintis pada 1983 sebagai himpunan yang didirikan untuk melawan ganasnya rentenir, dan berbadan hukum sebagai koperasi usaha bersama pada 1999 hingga akhirnya menjadi KSP pada 11 Maret 2016, Rukun Mekar kini sedikitnya mempunyai 4.925 anggota.

Jumlah anggota, kepercayaan menabung, juga jumlah peminjaman yang terus bertumbuh, yang tentunya disertai kepatuhan membayar, kata Juanda, berpangkal pada upaya menjaga kepercayaan. "Dana anggota ya sepenuhnya milik mereka. Kami berupaya amanah, meminjam tidak dipersulit, pun bunganya tidak mahal, sejauh persyaratan dipenuhi. Kami memberlakukan bunga 3% menurun, yang jika dikonversi ke rate bank sekitar 0,8% per bulan. Begitu pula tabungan, tidak ada potongan seperti di bank dan jasa yang diterima bukan cuma dihitung dari simpanan, tapi juga pinjaman, sehingga lebih menguntungkan," kata Juanda.

KSP, dengan keluarannya berupa nominal, bagi anggota juga warga sekitar menjadi peluang pengungkit kehidupan. Karyati berkisah tentang dua anaknya yang telah lulus kuliah dan yang paling kecil kini bersekolah di SMK, semuanya berkorelasi dengan KSP."Suami pekerjaannya ngeronda, saya membantu dengan usaha kredit elektronik dan sembako. Modalnya dari KSP, hasilnya juga ditabung di sini. Buat tetangga saya mah, beli kulkas dicicil atau beli minyak atau beras dengan jangka membayar satu bulan meringankan. Makanya usaha saya terus jalan," kata Karyati.

Ikhtiar berwirausaha dengan KSP sebagai pengatrol kehidupan juga dilakukan Haryanto, 42, pemilik Bengkel Las Karya Abadi. "Kalau ada order yang butuh modal agak besar, misalnya Rp10 juta, saya akan datang ke sini, enggak pakai berbelit-belit, langsung dapat.

Begitu dapat pembayaran, juga langsung saya bayar sehingga bunganya juga rendah," ujar Haryanto yang pagi itu datang ke KSP Rukun Makmur, selain buat menabung, juga mendampingi sang istri, Betty Herawati, 41, menerima dana sosial KSP sebesar Rp2 juta yang diperuntukkan pembangunan Madrasah Darunnajah yang didirikannya. "Madrasah ini buat anak TK. Infak siswanya Rp10 ribu per bulan. Ada 96 murid dengan lima guru. Tapi infak bulanan, tiap bulan baru separuhnya yang bayar, sehingga untuk keperluan pembangunan, bantuan dari KSP sangat berguna," kata Betty.

Masih terkait dengan pendidikan, KSP Rukun Makmur juga menjadi bagian dari TK Persatuan Islam (Persis) Ciganitri yang berjarak kurang dari 500 meter. "TK kami menjadi anggota sejak 2006.

Sekarang ini meminjam Rp155 juta untuk pengembangan bangunan. Kami bisa lunasi setelah lima bulan, tanpa ada penalti," kata Ina Andriani, sang kepala sekolah yang bisa bertandang ke KSP hingga lebih dari satu kali dalam sepekan. Selain Ina atas nama pribadi serta sekolahnya yang berbadan hukum yayasan jadi anggota, tabungan siswa TK-nya pun ia setorkan ke KSP.

Siklus itu terus berputar, anggotanya terus berikhtiar agar kian berdaya, dan Rukun Makmur menjadi salah satu pengungkitnya. (M-2)

Komentar