Features

Sudah Dua Tahun Pesta Gay Itu Dibuka untuk Umum

Senin, 22 May 2017 20:29 WIB Penulis: Akmal Fauzi

Ilustrasi

BANGUNAN berlantai 5 warna coklat yang terletak di Ruko Kokan Permata Blok B15-16 Kelapa Gading, RT 15 RW 03, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara selama dua tahun terakhir kerap ramai. Apalagi saat akhir pekan, saat biasa digelar pesta kelompok pasangan sejenis (gay) di tempat berkedok tempat fitness milik PT Atlantis Jaya itu.

Tapi tak hanya akhir pekan. Hampir setiap malam, dari ruko tersebut terdengar suara dentuman musik. Para tamu pria datang ada yang berkelompok dan ada beberapa yag sendiri.

"Itu pria semua agak kemayu yang datang. Sudah dua tahunlah kurang lebih. Mereka pede (percaya diri) dari luar (ruko) saja sudah bergandeng tangan," kata Amal Fatrulloh, 27, seorang pegawai di ruko yang bersebalahan dengan PT Atlantis Jaya.

Di dalam ruko berukuran masing-masing 8x10 meter itu, lantai 1 terdapat fasilitas fitness, lantai 2 tempat show striptis dilakukan. Sementara di lantai 3 adalah ruangan gelap, yang terdiri dari 16 bilik-bilik kecil atau kamar untuk aktivitas seks.

Adapun lantai 4 diduga sebagai kolam pribadi para pasangan gay, disebut VVIP Yacuzi. Sedangkan lantai 5 tempat untuk merokok.

Kegitan itu akhirnya terbongkar oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara, Minggu (21/5) malam. Saat itu, lokasi tersebut sedang digunakan untuk pesta gay bertajuk 'The Wild One'.

"Izin tempat ini sebagai tempat fitness sudah berjalan tiga tahun. Setiap Sabtu-Minggu diadakan event striptis mengundang para tamu untuk melihat kegiatan tersebut," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Dwiyono.

Ia mengatakan, total ada 141 yang diamankan, 10 orang diantaranya telah di tetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni, Christian Daniel Kaihatu, 40, pemilik tempat. Dua orang manajeman, Nandez, 27, dan Dendi Padma Putranta, 27, serta satpam Restu Andri, 28.

Sedangkan enam lainnya, merupakan penari striptis, yakni Syarif Akbar, 29, Bagas Yudistira, 20, Tommy Timothy, 28, Aries Suhandi, 41, dan Steven Handoko, 25. "Sementara sisanya masih kami lakukan penyelidikan. Termasuk mencari indikasi adanya narkoba," ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Ajun Komisaris Besar Nasriadi menjelaskan, awalnya, mereka hanya menggelar striptis di tempat itu secara terbatas. Setahun berselang, para pelaku baru menggelar event dalam skala luas kepada publik dengan mengirim pesan berantai.

Sebelum menggrebek, pihaknya telah menyelidiki selama dua minggu aktivitas di tempat itu. Tempat itu hampir setiap hari ada aktivitas, dan selalu ramai di hari Sabtu-Minggu lantaran ada event striptis.

Setiap stripper diberikan honor berbeda-beda. Untuk junior stripper mendapat honor sebesar Rp700 ribu sementara senior stripper mendapat honor hingga Rp1,4 juta setiap show. Pengelola mewajibkan membayar biaya masuk khusus anggota sebesar Rp180 ribu per orang.

Polisi mengamankan barang bukti berupa kondom, tiket, rekaman CCTV, fotokopi izin usaha, uang tip striptis, kasur, iklan event One, dan handphone berisi pesan kegiatan.

Atas perbuatannya, empat orang dari pihak manajeman diancam dengan hukuman enam tahun penjara karena melanggar Pasal 4 ayat 2 Undang undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi. Sedangkan, enam pelaku striptis didakwa dengan Pasal 4 ayat 10 nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman 10 tahun penjara. (X-12)

Komentar