Polkam dan HAM

Menjaga Komitmen lewat Latihan Militer

Sabtu, 20 May 2017 06:45 WIB Penulis: (Cahya Mulyana/P-5)

Presiden Joko Widodo didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Menhan Ryamizard Ryacudu berfoto dengan dengan gubernur yang mengikuti acara pembaretan dalam puncak Latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI di Natuna. MI/CAHYA MULYANA

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang biasanya mengenakan pakaian sipil kali ini mengenakan seragam loreng-loreng mirip tentara. Ia bahkan memperlengkapi diri dengan senjata laras panjang. Penampilannya menjadi begitu garang seolah siap berperang. Ganjar tidak bermaksud gagah-gagahan. Ia sedang mengikuti proses pembaretan di Pantai Teluk Buton, Tanjung Datuk Natuna, Kepulauan Riau. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari sejak 18 Mei lalu. Sebanyak 23 gubernur mengikuti serangkaian latihan militer di sana.

Di sela-sela kegiatan itu, Ganjar mengatakan telah dua kali mengikuti pembaretan. “Sebenarnya pembaretan pertama dulu ada di Surabaya, terus sekarang ada di Natuna. Nah, hari ini memang pelatihannya agak sedikit berbeda dibanding waktu di Surabaya,” ujarnya. Ia tidak memerinci proses pembaretan terdahulu dan lebih banyak membicarakan kegiatan yang tengah diikutinya. Menurutnya, seluruh peserta diajak naik helikopter dan menginap di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Surabaya.
“Kita naik heli, naik kapal, kemudian menembak. Menembaknya dulu pistol, sekarang ditambah laras panjang. Lebih menarik yang dua hari ini. Terakhir kita dicoreng-coreng penyamaran tadi pagi untuk mendapatkan baret,” tutur Ganjar.

Dalam uji kemampuan fokus dan tepat sasaran menembak itu, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo keluar sebagai penembak terbaik dengan nilai 99. Gubernur Jambi Zumi Zola berada di urutan kedua (86) disusul Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran (78). Meski belum menjadi yang terbaik, Ganjar tetap puas. Apalagi pembaretan gubernur kali ini dilakukan berbarengan dengan latihan puncak Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang melibatkan sekitar 5.900 prajurit TNI.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo juga menyambut baik acara tersebut. Ia menambahkan, seluruh kepala daerah berdialog dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang pentingnya mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di atas KRI Surabaya. “Kita bersama berkomitmen menjaga Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan NKRI. Kami juga sepakat menjadi garda terdepan dalam melakukan langkah persuasif terhadap masyarakat dan penegakan hukum,” tegas Soekarwo.
Para gubernur diharuskan menggunakan pakaian dinas lapangan khusus dengan tas ransel berisi kelengkapan baju, makanan kecil, dan topi rimba. Mereka dilarang membawa telepon seluler dan didampingi ajudan serta harus bermalam di KRI Surabaya. Presiden Joko Widodo ikut menghadiri acara tersebut. (Cahya Mulyana/P-5)

Komentar