Ekonomi

PT Semen Indonesia Raih Penghargaan Bidang Lingkungan dari ESDM

Jum'at, 19 May 2017 22:06 WIB Penulis: RO-Micom

Ist

PABRIK PT Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur, memperoleh penghargaan tata kelola pelestarian lingkungan dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, di Jakarta, Kamis (18/5).

PT Semen Indonesia dinobatkan meraih kategori utama Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Mineral dan Batubara kategori Izin Usaha Pertambangan (IUP) Mineral dan Batubara tahun 2015 dan 2016. Semen Indonesia merupakan satu-satunya perusahan di bidang industri semen yang mendapatkan penghargaan ini.

Kepala Departemen Raw Material Production Semen Indonesia, Musiran, mengatakan, perseroan selama ini menerapkan prinsip kerja perusahaan yang aman sehingga tidak merusak namun tetap menguntungkan. Hal itu menjadi bagian dari upaya menjaga dan merawat keberlanjutan lingkungan hidup dalam pelaksanaan industri PT Semen Indonesia.

"Kami terus berkomitmen terhadap kondisi lingkungan sekitar. PT Semen Indonesia dalam melakukan pengelolaan lingkungan memiliki triple bottom line, yaitu profit, planet dan people, yang dikembangkan secara bersama-sama," ujar Musiran dalam keterangan pers yang diterima Media Indonesia, Jumat (19/5).

Ia melanjutkan, Semen Indonesia memiliki tahapan yang taat lingkungan dalam pengelolaannya. Tahapan itu dimulai dari perencanaan, penanaman dan pembibitan hingga bagaimana mengelola pertambangan sendiri.

Lebih lanjut Musiran mengatakan bukti pengelolaan tambang yang dilakukan perusahaan ramah lingkungan adalah penggunaan alat Wirtgen dan vermer menggantikan metode blasting atau peledakan. Alat ini mengurangi kebisingan dan debu ketika dilakukan penambangan yang berdekatan dengan pemukiman warga.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan paska tambang, Semen Indonesia menanami lahan pascatambang batu kapur di pabrik Tuban sebanyak 158.566 pohon pada area seluas 137 hektare. Sedangkan lahan pascatambang di tanah liat, perusahaan menanam 269.276 pohon pada area seluas 212 ha.

"Selain itu perusahaan juga menginisiasi terbentuknya Green Belt dan Green Barrier yang berfungsi menjaga udara di kawasan pabrik agar tidak tercemar oleh polusi. Green Belt dikhususkan sebagai zona penyangga penghijauan dengan panjang 4 kilometer dan lebar 50 meter disekitar lokasi tambang batu kapur dan tanah liat sekitar pabrik," jelas Musiran.

Diterimanya penghargaan ini kian memacu pelaksanaan pengelolaan lingkungan tambang dan reklamasi pascatambang yang berkelanjutan. Pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan reklamasi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa Perseroan mendukung industri hijau dan siap menghasilkan produk semen yang ramah lingkungan," pungkas Musiran. (X-12)

Komentar