Olahraga

Kualitas Atlet di ISG Baku Lebih Ketat

Jum'at, 19 May 2017 22:52 WIB Penulis: Eko Suprihatno

Ist

RAIHAN medali kontingen Indonesia di Islamic Solidarity Games (ISG) IV dinilai sudah sesuai yang ditargetkan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang juga Wakil Ktua CdM Indonesia di ISG IV H Muddai Madang, di Baku, Azerbaijan.

Menurutnya, selain para atlet sedang persiapan untuk SEA Games di Malaysia, kualitas peserta yang tampil di ISG kali ini tergolong sangat ketat dibanding sebelumnya.

“ISG kali ini kualitas atletnya jauh lebih ketat dibanding ISG sebelumnya. Artinya, atlet-atlet yang berlaga sekarang ini banyak yang malang melintang di Eropa. Sebagian dari peserta ISG ini memang kerap berkompetisi di Eropa,” kata Muddai di sela-sela jamuan makan malam bersama atlet Indonesia, Kamis (18/5) malam, di Atatur Park, Baku, Azebaijan.

Dalam acara makan malam yang juga dihadiri Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie ini, Muddai menegaskan posisi Indonesia sementara berada di urutan keenam dengan raihan 6 emas, 25 perak dan 20 perunggu. Dalam siaran pers kontingen, Muddai berharap masih ada penambahan medali hingga posisi di lima besar bisa diraih dan tetap kuat.

“Kita masih ada pertandingan loncat indah, wushu dan basket 3x3. Mudah-mudahan masih tetap bisa masuk lima besar,” harap Muddai sembari memotivasi seluruh atlet yang masih bertanding.

Sementara itu, pelatih tim renang Indonesia Albert C Sutanto mengungkapkan saat-saat perjuangan tim Indonesia mengumpulkan kepingan medali pada ISG ini. Dikatakannya, medali emas pertama Indonesia diraih Nathaniel Gagarin di nomor 200 meter gaya dada putra.

“Kalau dilihat memang itu sebetulnya bukan suatu target yang kita targetkan. Tapi secara mengejutkan Gagarin mampu bersaing dan menangnya pun sangat sedikit, hanya 10/100. Jadi pada saat itu kita loncat juga karena ini emas pertama buat kita,” ungkap Albert.

Diungkapkannya lagi, untuk dinomor selanjutnya emas kedua diraih I Gede Siman Sudartawa. Di nomor ini dia memang ditargetkan menang, selain menorehkan rekor nasional. Namun di 100 meter gaya bebas ini Siman hanya terpaut 13/100 detik dari rekor nasional.

“Itupun karena medali emas, kita pun juga teriak karena memang di sini sulit sekali. Kita melawan perenang-perenang dari Turki, Syiria, kemudian Azerbaijan. Para perenang itu kelasnya sudah Eropa, jadi sangat berat,'' imbuh Albert.

Jadi, ketika para perenang meraih emas, itu sangat berharga. Emas dari renang disumbangkan I Gede Siman Sudartawa di nomor 50 gaya punggung dan memecahkan rekor nasional. "Itu luar biasa sekali,” papar Felix.

Di cabang olahraga angkat besi, Indonesia sukses meraih 3 emas dan 4 perak. Medali emas diraih Surahmat, Sri Wahyuni Agustiani dan Eko Yuli Irawan. Sementara perak dipersembahkan M Purkon, Dewi Safitri, Accheddya dan Nurul Akmal. (OL-3)

Komentar