Jendela Buku

Kisah-Kisah Romantis Jenderal Soedirman

Sabtu, 20 May 2017 00:15 WIB Penulis: (Wnd/M-2)

dok mi

KISAH cinta yang awalnya tidak direstui keluarga besar Alfiah itu menemui berbagai cobaan di masa perang kemerdekaan. Cinta Soedirman-Alfiah mulai tumbuh sejak sama-sama sekolah di Wiworo Tomo, saat Soedirman menjadi sekretaris himpunan siswa dan Alfiah bendaharanya. Alfiah adalah gadis cantik yang tengah beranjak dewasa. Saat itu, banyak laki-laki yang naksir padanya. Sementara itu, Soedirman juga bukan pemuda sembarangan.

Pria kelahiran 24 Januari 1916 itu sangat disegani di lingkungannya. Dia pandai berpidato, pemain sepak bola dan teater yang andal, serta sangat alim. Bahkan teman-temannya menjuluki dia ‘kaji’ atau haji. Kebahagiaan membuatmu tetap manis, cobaan membuatmu kuat, kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia, kegagalan membuatmu tetap rendah hati. Ungkapan itu telah diwujudkan semasa gerilya.

Saat Soedirman sakit, Alfiah mendukung lahir batin dan merelakan seluruh perhiasan pemberian orangtuanya untuk bekal sang suami di medan gerilya.
Panglima Besar Jenderal Soedirman terkenal sebagai sosok yang keras dan teguh memegang pendirian. Namun, jenderal besar itu juga manusia. Hatinya meleleh di kota terpencil tepi pantai selatan Cilacap. (Wnd/M-2)

Komentar