Megapolitan

Grosir Sembako di Jakmart Bersaing soal Harga Miring

Sabtu, 20 May 2017 03:00 WIB Penulis: (Selamat Saragih/J-1)

ist

SEKARANG warga Jakarta tidak perlu lagi jauh-jauh ke pasar perkulakan atau grosir untuk membeli beras dan bahan sembako lainnya, misalnya, ke PT Food Station Tjipinang Jaya di Pulo Gadung atau Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sudah berupaya mendekatkan pasar grosir di tengah-tengah kehidupan warga Jakarta, yakni melalui Jakmart, minimarket yang menjual bahan pangan dan sembako dengan harga grosir yang tentunya lebih murah jika dibandingkan dengan minimarket atau supermarket milik swasta.

Jumat (19/5), Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meresmikan Jakmart di Pasar Rawabening, Jakarta Timur. Jakmart yang diresmikan itu merupakan minimarket ketiga yang dikelola PD Pasar Jaya. Jakmart pertama telah berdiri di Kantor PD Pasar Jaya di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Jakmart kedua ada di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Rencananya, Jakmart didirikan di 44 kecamatan. Untuk tempatnya, PD Pasar Jaya lebih memilih mendirikannya di pasar-pasar tradisional yang menjadi pusat transaksi kebutuhan pokok warga Jakarta sehari-hari.

Artinya, di akhir tahun ini, ditargetkan, satu kecamatan akan memiliki satu Jakmart. Bahkan, pelajar peserta kartu Jakarta pintar (KJP) bisa berbelanja di Jakmart untuk memenuhi kebutuhan pokok dan asupan gizi mereka. Penyebabnya, pembayaran yang dilakukan di Jakmart bisa dilakukan dengan menggunakan transaksi nontunai dengan memakai kartu yang dikeluarkan Bank DKI dan BCA. "Agar tidak terjadi kebocoran dan bisa dengan mudah kita evaluasi penggunaan subsidi dari pemerintah," kata Djarot.

Ia menjamin sembako yang dijual di Jakmart pasti lebih murah. "Beras kita jual Rp8.500 dan gula Rp12.500. Silakan borong, pasti lebih murah," selorohnya setengah berpromosi.
Jakmart, kata Djarot, tidak hanya menjual penganan ringan, tetapi juga beras, gula, minyak goreng, kopi, tepung terigu, es krim, telur, minuman, dan daging beku. Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan Jakmart memang memiliki konsep minimarket dengan luas toko hanya 39 meter persegi. Jam operasional pukul 07.00 WIB sampai 19.00 WIB.

"Seperti minimarket lainnya, jenis barang yang dijual ialah beras, daging murah, gula, minyak goreng, dan barang-barang kebutuhan masyarakat sehari-harinya," kata Arief.
Mendirikan Jakmart di pasar tradisional, lanjutnya, merupakan strategi Pemprov dalam meningkatkan pelayanan bagi warga Jakarta. Tidak hanya mendekatkan pasar grosir kepada warga Jakarta, kehadiran Jakmart bertujuan membantu stabilitas harga. "Jakmart bisa buat umum, siapa saja boleh berbelanja. Gula dan beras kita jual dengan harga murah sekali, sudah pasti miring," ucapnya.

Komentar