Nusantara

Tol Bocimi belum Bisa Layani Arus Mudik

Sabtu, 20 May 2017 01:45 WIB Penulis: Bayu Anggoro

Suasana pembangunan Tol Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

TARGET penggunaan jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada Lebaran tahun ini diprediksi melenceng. Hal itu disebabkan masih banyak pekerjaan tersisa pada pembangunan jalan tol tersebut. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa di Kota Bandung, jumat (19/5), membenarkan saat ini masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Dia beralasan hal itu diakibatkan curah hujan yang tinggi. "Dari laporan, kendalanya hujan sehingga pengerjaan timbunan tanah tidak maksimal," kata dia.

Dia menjelaskan, dari Juni 2016 sampai April 2017, hujan hampir turun setiap hari. Akibatnya, proses penimbunan baru mencapai 40%. Selain itu, menurutnya, masih terdapat lahan yang belum dibebaskan, seperti lahan Masjid Al-Mukmin karena belum adanya kesepakatan. "Ada juga beberapa lahan milik warga yang sedang tahap konsinyasi di pengadilan," jelasnya. Selain itu, sambung dia, seksi satu jalan tol Bocimi dari Ciawi-Cigombong masih banyak yang belum terselesaikan.

Meski pengadaan lahan telah mencapai 95%, menurut dia, pembangunan fisik baru mencapai 36,10%. Dia memprediksi seksi satu tuntas pada akhir tahun ini.
"Mudah-mudahan bisa akhir tahun ini. Kalau dari Ciawi-Lido, insya Allah bisa selesai akhir Maret 2018," kata dia. Kapolres Cirebon, Jabar, AKB Risto Samodra, secara terpisah, mengungkapkan sejumlah ruas jalur mudik di Cirebon yang rusak dan rambu kusam. Karena itu, Polres Cirebon menyiapkan sejumlah pos di sepanjang jalur mudik.

Risto mengungkapkan temuan itu berdasarkan survei sepanjang jalur mudik. "Kami juga sudah melaporkan kepada instansi terkait," kata dia. Dia menambahkan Polres Cirebon menerjunkan 1.009 personel selama arus mudik dan balik. "Instansi lainnya yang akan bergabung ada sekitar 1.400 personel." Risto mengungkapkan Polres Cirebon akan membangun satu pos utama, 1 media center, 3 check point, 16 pos pengamanan, serta 84 pos gatur (jaga-atur) di sepanjang jalur mudik.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng), terus berbenah untuk mengantisipasi titik rawan bencana terutama longsor.
Hal itu disebabkan di jalur penghubung Purwokerto dan Yogyakarta tengah dilakukan pengeprasan bukit, yakni di Gombong, Kebumen, dan Rawalo, Banyumas. Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan pihaknya membenahi dan menormalisasi titik-titik yang rawan, apalagi saat sekarang ada pengeprasan bukit.
"Titik yang kini tengah diperbaiki adalah jembatan 1650 dan pemantauan terhadap pengeprasan perbukitan di antara Stasiun Gombon-Stasiun Ijo sepanjang 400 meter," jelas Ixfan.

Menurutnya, perbaikan jembatan dan pengeprasan bukit di titik tersebut dijadwalkan rampung sebelum masa angkutan Lebaran. "Dengan demikian, pada saat angkutan Lebaran, di lokasi tersebut sudah tidak ada pekerjaan. Selain itu, dengan adanya perbaikan, tidak terjadi lagi bencana longsor dan banjir yang mengganggu perjalanan KA," kata dia.

Larang penyisiran
Kapolres Temanggung, Jawa Tengah, AKB Maesa Soegriwo mengingatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk tidak menyisir tempat hiburan menjelang dan selama Ramadan. Polisi, sambung dia, akan menindak ormas yang melakukan penyisiran. Maesa menegaskan tugas merazia merupakan kewenangan polisi. (AD/UL/LD/TS/N-1)

Komentar