Nusantara

Unggah-unggahan Jelang Ramadan

Sabtu, 20 May 2017 01:15 WIB Penulis: (LD/JI/SS/N-3)

Ratusan warga Komunitas Adat Bonokeling berjalan dari sejumlah desa di Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) melewati perbukitan menuju ke Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas. MI/LILIEK DHARMAWAN

LEBIH dari 2.000 warga komunitas adat Bonokeling menggelar ritual unggah-unggahan di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (19/5) .
Mereka datang dari sejumlah daerah di Cilacap dan Banyumas, khusus mengikuti upacara unggah-unggahan, yang digelar setiap Ruwah dalam kalender Jawa atau menjelang siyam (puasa). Juru bicara komunitas adat Bonokeling Sumitro mengungkapkan tahun ini jumlah warga komunitas adat Bonokeling dari Cilacap sebanyak 1.700-an lebih.

"Mereka berjalan kaki dari Cilacap dengan membawa berbagai macam hasil bumi untuk dimasak bersama-sama di sini. Tahun ini lebih ramai ketimbang tahun sebelumnya. Bahkan banyak diikuti para pemuda dan pemudi," kata Sumitro, Jumat (19/5).

Festival pertunjukan
Masih terkait dengan seni dan budaya, dari Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Brebes, diadakan pula Festival Pertunjukan Rakyat oleh Forum Komunikasi Media Tradisional Se-Jawa Tengah di halaman Sanggar Pramuka Brebes, Jumat (19/5) . Festival itu dihadiri perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. "Seni tradisi sangat efektif untuk menyampaikan pesan moral kepada masyarakat," kata Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kementerian Komunikasi dan Informasi Jawa Tengah Evi Sulistiorini, di sela-sela Festival Pertunjukan Rakyat.

Ia meyakini sarana tersebut bisa menembus batas masyarakat yang setiap hari dininabobokan gadget. "Kami berharap lewat festival ini, kesenian tradisional khususnya kesenian pertunjukan masih mampu bertahan dan bisa berkembang di tengah arus globalisasi," ucap Evi. Sejumlah kesenian pertunjukan yang cukup populer di Jawa Tengah seperti wayang, tarian, dan ketoprak meramaikan festival tersebut.

Dari Kalimantan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Festival Budaya Iseng Mulang di Kotawaringin Timur, Jumat (19/5). Sebanyak 14 kabupaten terlibat dalam pawai budaya tersebut. Gubernur Kalimantan Tengah Habib Said Ismail, saat membuka festival, mengatakan Festival Iseng Mulang merupakan salah satu cara untuk mengembangkan dunia usaha pariwisata di wilayahnya.

"Pengembangan budaya bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan juga tugas dunia usaha dan masyarakat," ujar Habib. Festival yang berlangsung 19-22 Mei itu menampilkan berbagai olahraga tradisional Kalteng dan tarian Dayak.

Komentar