Polkam dan HAM

KPK-Kepolisian Akan Bertemu Intensif Ungkap Kasus Novel

Jum'at, 19 May 2017 19:45 WIB Penulis: Antara

Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri), Kombes Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho (tengah) dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memberikan keterangan terkait kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. ANTARA FOTO/Wahyu P

PENANGANAN kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan oleh pihak kepolisian yang sudah sebulan lebih belum juga menunjukkan titik terang.

Untuk itu, pihak KPK menyatakan akan mengadakan pertemuan secara intensif setiap dua pekan dengan Kepolisian Daerah Metro Jaya untuk bertukar informasi mengungkap kasus kriminal yang menimpa Novel yang waktu itu sedang memimpin pengungkapan kasus megaskandal dugaan korupsi, KTP elektornik.

"Dua pekan itu interval ya, setiap dua pekan kami akan selalu bertukarinformasi dari Polda Metro Jaya dan KPK," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di gedung KPK, Jakarta, Jumat (19/5).

Argo pun menyatakan bahwa dua pekan itu bukan tenggat waktu untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. "Ya setiap dua pekan formalnya kami akan lakukan pertukaran informasi dan
setiap saat bisa kami informasikan. Intinya Kepolisian sudah melakukan dengan baik dan kami berusaha sekuat mungkin," imbuh Argo.

Pada prinsipnya, Kepolisian membuka tangan dengan informasi dari berbagai lini untuk kemudian dicek. "Misalnya, dapat info yang masuk ke Kepolisian kami tampung. Kami tidak menggunakan asumsi tetapi gunakan data di lapangan baik saksi, barang bukti dan buti petunjuk, artinya segala kemungkinan di TKP secara rinci akan kami cek, step by step akan kami analisa," tuturnya.

Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan pihaknya tetap ingin pengungkapan kasus penyerangan terhadap Novel tetap dituntaskan sehingga diperlukan pertemuan reguler dengan Kepolisian.
Ia pun menyatakan KPK pun akan bertukar informasi maupun data untuk saling melengkapi dengan metode penyelidikan oleh Kepolisian.

Kerja sama tersebut bukan berarti ada tim khusus atau independen yang ditugasi mengusut kasus yang ditunggu-tunggu penyelesaiannya oleh khalayak. Sebab, Polri menegaskan belum butuh tim independen buat mengusut kasus Novel ini.

"Saat ini kita rasakan belum diperlukan membentuk tim (independen) tersebut," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jumat (19/5). Setyo mennyebut, sejak awal, polisi terus berkoordinasi dengan KPK dalam mengusut kasus Novel. Penyidik utama ada di Polda Metro Jaya dan di- back up Mabes Polri.

Setyo meminta kepada publik sabar menunggu. Dia juga minta seluruh pihak mempercayakan upaya pengusutan kasus Novel pada Korps Bhayangkara. Sampai hari ini, total sudah lima orang diperiksa polisi terkait kasus penyerangan Novel. Paling terakhir, atas nama Nico Panji Tirtayasa alias Miko.(OL-3)

Komentar