Megapolitan

Polisi Ungkap Ekspolitasi Anak di Tempat Karaoke

Jum'at, 19 May 2017 20:10 WIB Penulis: Akmal Fauzi

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

SATUAN Reskrim Polres Metro Jakarta Utara mengamankan 10 perempuan yang masih berstatus anak di bawah umur dari sebuah tempat hiburan malam karaoke 'NMO' di Jalan Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (18/5).

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Dwiyono mengatakan, pihaknya mendapat informasi adanya praktik eksploitasi anak yang dipekerjakan sebagai pemandu karaoke di tempat tersebut.

"Setelah mendapat informasi adanya dugaan trafficking atau eksploitasi anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai pemandu karaoke langsung kami cek dan memang benar ada 10 perempuan yang terindikasi berusia di bawah 17 tahun," ujar Dwiyono.

Polisi menangkap tiga orang mucikari berperan sebagai germo atau mami yang merekrut pekerja di bawah umur itu dari sejumlah daerah dengan inisial DN, HS, dan KL.

Polisi juga mengamankan 4 buah buku absensi dan 188 botol minuman beralkohol dengan berbagai merk asing di karaoke yang terletak di komplek rumah toko Blok LC 6 Nomor 7-9 itu.

"Total ada 29 orang yang kita amankan, 23 diantaranya sebagai pemandu karaoke (10 orang di bawah umur, 13 sudah berusia dewasa) dengan identitas tidak jelas, seorang kasir, seorang waiter, dan seorang manajer karaoke," ungkapnya.

Salah satu pemandu karaoke perempuan mengaku mendapat upah sebesar Rp120 ribu per jam untuk menemani pria hidung belang yang biasa datang berkaraoke di tempat itu.

Para pemasok perempuan di bawah umur dan pemilik tempat karaoke itu dijerat dengan Pasal 88 Junto Pasal 76 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara 10 tahun. Juga Pasal 204 ayat 1 KUHP Junto Pasal 8 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara lima tahun. (X-12)

Komentar