Polkam dan HAM

Laporan Demokrat Terhadap Antasari Jalan Terus

Jum'at, 19 May 2017 19:28 WIB Penulis: Arga Sumantri

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto . ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

POLISI telah menghentikan penyelidikan kasus laporan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar tentang kasus kriminalisasi terhadap dirinya. Sebaliknya, penyelidikan kasus laporan Partai Demokrat terhadap Antasari yang menuduh adanya campurtangan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai perancang skenario kriminalisasi tersebut, jalan terus.

"Pak Antasari sebagai terlapor atau yang dilaporkan, masih dalam proses," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/5). Setyo menegaskan, penyelidikan laporan Antasari diputuskan tidak naik tingkat lantaran bukti yang diberikan ke penyidik tidak ada yang baru. Sejumlah bukti yang diberikan Antasari sudah pernah diuji di pengadilan.

"Alat bukti yang digunakan adalah saat kasus lama yang sudah masuk di persidangan sehingga tidak bisa digunakan," tambah Setyo.

Pada 14 Februari, Antasari melapor ke Bareskrim dan mengaku telah dikriminalisasi dan dipaksa menanggung hukuman atas perbuatan yang tidak pernah ia lakukan, yakni membunuh Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Antasari akhirnya divonis 18 tahun penjara atas kasus tersebut.

Antasari kemudian menyebut beberapa nama yang mungkin berhubungan dengan kasusnya. Ia menegaskan, SBY tahu persis kriminalisasi yang membuatnya bertahun-tahun menghuni hotel prodeo. Pengusaha Hary Tanoesoedibjo, kata Antasari, pernah datang ke rumahnya pada tengah malam.

Hary, kata dia, datang sebagai utusan Cikeas, merujuk kediaman SBY. Hary membawa pesan agar Antasari tak menahan Aulia Pohan, besan SBY, yang terjerat kasus penyelewengan dana di Bank Indonesia.

KPK akhirnya menetapkan Aulia Pohan sebagai tersangka dugaan korupsi dalam aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) sebesar Rp100 miliar. November 2008, Aulia ditahan.(OL-3)

Komentar