Internasional

Respons Konflik, AS Pindahkan Kapal Induk ke Semenanjung Korea

Jum'at, 19 May 2017 19:06 WIB Penulis: Indah Hoesin/CNN

AFP PHOTO / YONHAP

KETEGANGAN di Semanjung Korea yang berlarut-larut direspons Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) memindahkan kapal induk USS Ronald Reagan ke Semenanjung Korea. Angkatan Laut AS berdalih kapal induk tersebut akan melakukan latihan dengan kapal induk USS Carl Vinson yang sebelumnya telah ditempatkan di sana.

Menurut dua pejabat pertahanan AS kepada CNN, pemindahan dilakukan beberapa hari setelah Korea Utara (Korut) meluncurkan proyektil yang berhasil memasuki atmosfer dan tidak kembali ke permukaan pada Minggu (14/5).

USS Ronald Reagan berangkat ke Semenanjung Korea pada Selasa (16/5) setelah menyelesaikan masa pemeliharaan dan uji coba laut di pelabuhan Yokosuka, Jepang. "Keluar dari masa pemeliharaan yang panjang di pelabuhan, kami harus memastikan kapal ini dan kelompok penyerang lainnya terintegrasi dengan baik sebelum melangkah maju," ujar Rear. Adm. Charles Williams.

Begitu tiba di wilayah tersebut, kapal ini akan melakukan berbagai latihan namun lebih berfokus pada sertifikasi kemampuannya untuk meluncurkan dan menampung pesawat dengan aman.

Kapal induk Reagan yang memiliki tinggi 1.092 kaki ini mengangkut sekitar 4.539 awak dan dilengkapi dengan 60 pesawat terbang. Digunakan sejak 2003, kapal induk ini telah menghabiskan biaya sekitar US$ 8,5 miliar.

Belum diketahui berapa lama dua kapal induk AS tersebut akan berada di Semenanjung Korea namun Reagan mungkin akan menggantikan Vinson setelah masa penempatannya berakhir.

Ketegangan meningkat cepat di Semenanjung Korea sejak Presiden AS, Donald Trump menyatakan pada April bahwa Washington siap bertindak sepihak terhadap Pyongyang. Adapun, Tiongkok, sekutu lama Korut, telah meminta Pyongyang untuk menghentikan program nuklirnya sekaligus meminta AS menghentikan latihan militer dan penempatan di wilayah tersebut.

Sementara itu Korut pasca uji coba terakhirnya pada Minggu (14/5) terus memperingatkan agar AS tidak melakukan provokasi dan menyebut operasi darat dan pasifik AS telah berada dalam jangkauan rudal Pyongyang.

"Korut memiliki semua sarana kuat untuk melakukan serangan balasan jika AS mengambil tindakan militer untuk menghentikan program senjata nuklirnya," tulis kantor berita Korut, KCNA. (OL-3)

Komentar