Polkam dan HAM

Kejaksaan Kantongi Nama-Nama Terpidana Eksekusi Mati

Jum'at, 19 May 2017 18:59 WIB Penulis: Golda Eksa

Ilustrasi

KORPS Adhyaksa menegaskan telah menginventarisasi sejumlah nama terpidana yang bakal menjalani eksekusi mati. Namun, kejaksaan belum berani memutuskan rencana eksekusi lantaran masih perlu mengevaluasi sejumlah hal, seperti pemenuhan hak para terpidana.

"Berulangkali saya katakan, eksekusi mati itu tidak sederhana. Banyak hal yang harus dicermati, banyak hal yang harus diteliti kembali," ujar Jaksa Agung M Prasetyo di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (19/5).

Menurutnya, nama-nama terpidana yang bakal dieksekusi itu sudah berada di tangan Jaksa Agung Muda (JAM) Bidang Pidana Umum Noor Rochmad. Kejaksaan pun hati-hati dalam mengambil tindakan agar nantinya proses eksekusi tidak kembali menuai protes.

"Kita lihat apakah semua haknya sudah diberikan atau belum? Jangan sampai nanti setelah dieksekusi ada yang protes lagi. 'Ini kan belum mengajukan grasi, belum mengajukan peninjauan kembali (PK)' dan sebagainya."

Sejumlah ketentuan hukum terkait pemenuhan hak itu diakui Prasetyo sebagai sebuah kendala. Maklum, grasi ialah hak bagi setiap terpidana dan pengajuannya juga dapat dilakukan kapan saja. Karena itu kejaksaan berencana meminta fatwa Mahkamah Agung mengenai batasan pengajuan grasi.

"Enggak bisa dibiarkan lepas tanpa ada pembatasan. Karena kalau sudah seperti itu, ya menjadi tidak ada lagi kepastian hukum," katanya.

Menurut dia, evaluasi yang dilakukan kejaksaan erat kaitannya dengan masalah hak hukum seseorang. Apalagi jika menyangkut dengan hak hidup, meski seseorang itu telah melakukan kejahatan di luar batas toleransi yang cenderung tidak menghormati hak asasi manusia.

"Hukum positif kita masih memberlakukan hukuman mati. Selama hukum positif masih diberlakukan dan ada putusan yang sudah inkrach, ya tentunya kewajiban jaksa untuk melakukan putusan itu," tandasnya. (X-12)

Komentar