Nusantara

Polisi Sita Rp15 M Hasil Pencucian Uang Bandar Obat Daftar G

Jum'at, 19 May 2017 18:38 WIB Penulis: Deny Susanto

Ist

KASUS hukum perdagangan obat-obatan terlarang daftar G yang melibatkan pemilik Apotek Ceria Sehat, Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Tinghui terus berlanjut. Pihak Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Jumat (19/5) kemarin menyita Rp15 miliar uang yang diduga hasil pencucian uang milik tersangka
yang disimpan pada 24 rekening sejumlah bank.

Kepala Polda Kalsel, Brigjend Rahmat Muliana kemarin mengatakan pihaknya telah menyita uang yang diduga hasil pencucian uang dari tersangka kasus peredaran dan perdagangan obat daftar G (zenith) milik Supian Saur alias Tinghui. "Uang tersebut disimpan pada 24 rekening sejumlah bank
dengan nilai mencapai Rp15 miliar," tuturnya.

Kapolda memastikan terdakwa akan dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diatur dalam Pasal 3 UU Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU, dengan ancaman pidana maksimal Rp20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Supian Sauri alias Tinghui, bandar besar zenith pemilik Apotek Ceria Sehat di Jalan Abdul Ghani, Kecamatan Amuntai Tengah, tiap bulan menghasilkan uang (omzet) mencapai Rp1 miliar. Bisnis haram ini sudah berlangsung sejak 2009 dan akhirnya berhasil dibongkar Polisi dan BNN pada Maret 2016 lalu.

Polisi dan BNN juga menyita jutaan butir obat daftar G dari lima gudang dan satu apotek milik Tinghui. Dengan jumlah barang bukti berisi 56 kardus berisi zenith senilai Rp2,6 miliar. Ditambah empat kardus obat jenis dextro yang dikemas dalam dua box sebanyak 374.064 butir setara Rp752 juta. Serta puluhan kotak jamu dan obat kuat dan alat bantu seks. (OL-3)

Komentar