Nusantara

Polisi akan Lakukan Upaya Paksa Usut Kasus Diksar Mapala UII

Jum'at, 19 May 2017 17:50 WIB Penulis: Widjajadi

Kapolres Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak dilatarbelakangi dua tersangka kasus kekerasan Diksar Mapala UII. MI/Widjajadi

ENAM tersangka kasus kekerasan Diksar Mapala UII Yogjakarta Jilid II dinilai tidak kooperatif, dengan sikap dua kali tidak memenuhi undangan penyidikan atas persoalan hukum yang membelit diri mereka. Penyidik akan menggunakan upaya paksa atas sikap mereka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, meski beberapa hari sebelumnya pengacaranya telah meminta penundaan.

" Tidak ada alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, dari sikap para terdakwa untuk tidak memenuhi undangan pemeriksaan. Kami melayangkan surat dengan empat tembusan, yakni melalui rektorat UII
Yogjakarta, Sekretariat Mapala, kos para terdakwa di Yogjakarta dan juga alamat asal di mana para terdakwa bermukim," tegas Ade, Jumat (19/5).

Ia tegaskan, penyidik Polres Karanganyar di dalam menangani kasus Diksar Mapala UII yang berujung tewasnya tiga mahasiswa peserta berikut derita fisik 36 peserta lainnya, memiliki tahapan atau proses yang tidak bisa diintervensi pihak yang tidak jelas statusnya dan apalagi dengan alasan yang sulit dipertanggungjawabkan.

Dia tegaskan, sampai dua kali pihak penyidik melayangkan surat undangan pemeriksaan untuk para terdakwa, Polres Karanganyar belum pernah mendapatkan tembusan atau pemberitahan tentang posisi pengacara Achiel Suyanto, selaku pihak yang diberi kuasa hukum oleh keenam terdakwa.

Menurut Kapolres Ade, boleh-boleh saja para terdakwa meminta penundaan, tetapi dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. "Yang terjadi, tidak ada satu pun alasan yang bisa dipertanggungjawabkan oleh para terdakwa, terkait mangkirnya mereka untuk memenuhi undangan
pemeriksaan yang pertama dan kedua. Perkara mereka meminta penundaan, penyidik sudah mempunyai rencana penyidikan," tandas dia.

Baca juga: 6 Tersangka Baru Kasus Mapala UII...

Karena itu, meski pada Senin ( 22/5) pekan depan keenam terdakwa sanggup datang, namun penyidik tetap mempunyai rencana penyidikan yang sudah disusun . Kami memegang prinsip proses penyidikan yang berlangsung efektif dan efisien, jadi kami tetap akan menggunakan cara itu. Kalau mereka tidak kooperatif, tentu ini jadi penilaian, dan penyidik akan mengambil sikap. Nanti malam ( Jumat, 19/5), kami akan menggelar rapat untuk menentukan cara cara terbaik dan efektif di dalam menangani kasus kekerasan Jilid II ini," pungkas Ade.(OL-3)

Komentar