Ekonomi

Dugaan Monopoli Air Minum Kemasan Menguat

Jum'at, 19 May 2017 16:51 WIB Penulis: MIOL

Ist

KASUS dugaan monopoli dalam penjualan air minum dalam kemasan (AMDK) yang melibatkan PT Tirta Investama (PT TI), produsen Aqua, terus ditindaklanjuti oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Setelah memasuki persidangan kedua, Anggota Tim Investigasi KPPU Helmi Nurjamil, mengatakan, Jumat (17/5), dugaan keterlibatan PT TI dan PT Balina Agung Perkasa (PT BAP) yang merupakan distributor PT TI semakin diperkuat oleh barang bukti.

Sehingga, menurut Helmi, diduga kuat kedua perusahaan tersebut telah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 15 ayat 3 huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan tidak Sehat. Jika terbukti, PT TI dapat dikenakan sanksi denda hingga Rp25 miliar.

Helmi menambahkan, dalam membuktikan dugaan praktik monopoli PT TI dan PT BAP dalam industri AMDK, KPPU bukan melakukan proses yang terburu-buru. Semua tahapan dilakukan berdasarkan pada alat bukti yang diperoleh dalam investigasi.

Secara prinsip, KPPU pun dikatakan, telah menemukan lebih dari dua alat bukti untuk mendukung pasal yang disangkakan, sehingga kasus dugaan monopoli tersebut sudah sangat layak untuk disidangkan. Sebelum menggelar sidang, masih kata Helmi, KPPU telah pula melakukan penyelidikan dengan cermat.
"Jika pihak Aqua belum memberi tanggapan dan lebih mempersoalkan hal yang tidak subtansial itu menjadi hak pihak Aqua," kata Helmi.

Dalam persidangan sebelumnya, Kuasa hukum PT TI Rikrik Rizkiyana telah menyatakan bahwa perusahaan tersebut masih mempelajari berkas dugaan tim investigator KPPU. Apa yang dilakukan oleh PT TI, menurut Rikrik, berada dalam koridor perundang-undangan yang benar. Akan tetapi ia membenarkan adanya kerja sama PT TI dengan distributor, yakni PT BAP.

KPPU sendiri merupakan komisi yang ditunjuk negara untuk menjadi wasit dalam persaingan usaha. (OL-3)

Komentar