Polkam dan HAM

Red Notice Interpol Soal Rizieq Dipastikan Hoax

Jum'at, 19 May 2017 16:45 WIB Penulis: Arga Sumantri

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

BEREDAR gambar Red Notice Interpol yang memajang foto Rizieq Shihab. Gambar red notice itu sempat jadi perbincangan hangat di jagat maya sejak Kamis (18/5) kemarin.

"Ada red notice dengan gambar Rizieq Shihab itu adalah hoax karena sampai sekarang belum ada," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/5).

Ia mengungkapkan, jangankan red notice, polisi saja belum terpikir mengeluarkan blue notice terhadap Rizieq. Apalagi, lanjut dia, red notice hanya ditujukan bagi seseorang yang jadi tersangka dalam satu kasus pidana.

"Sampai sekarang saya belum mendapatkan laporan penyidik bersurat kepada Interpol . Baru koordinasi. Kalau memang sudah nanti disampaikan," ungkap Setyo.

Pada gambar yang beredar, disebutkan red notice terbit atas permintaan pemerintah Arab Saudi. Di dalamnya, terpampang informasi data diri Rizieq beserta kasus yang tengah dihadapi.

"Insulting state symbol, insulting christianity, blasphemy producing pornographic content," bunyi informasi dalam red notice palsu tersebut.

Ada juga notifikasi status Rizieq yang masuk dalam kategori red notice. Gambar itu mulai beredar dan jadi perbincangan sejak kemarin. Setelah melakukan penelusuran ke situs Interpol, gambar itu memang tidak ditemukan.

Rizieq tengah tersandung kasus dugaan percakapan berkonten pornografi. Polisi sudah dua kali melayangkan panggilan, dua kali pula Rizieq belum memenuhi panggilan pemeriksaan. Saat ini ia diketahui tengah berada di Jeddah, Arab Saudi.

Ketua Tim Advokasi FPI Sugito Atmo Prawiro kukuh Rizieq tak bersalah. Ia bersama tim hukum akan menyiapkan upaya hukum jika Rizieq ditetapkan sebagai tersangka. Pada kasus itu, Polda Metro Jaya, telah menetapkan Firza Husein sebagai tersangka. (MTVN/X-12)

Komentar