Nusantara

Digelontor OP, Harga Bawang Putih Turun Drastis

Jum'at, 19 May 2017 14:19 WIB Penulis: Heri Susetyo

MI/Tosiani

OPERASI Pasar (OP) yang dilakukan Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) Surabaya Utara berdampak pada turun drastisnya harga bawang putih di pasaran. Namun demikian harga sebagian besar komoditas lainnya tetap naik bervariasi.

Di Pasar Larangan Kabupaten Sidoarjo, harga bawang putihsudah turun Rp8 ribu per kilogram. Harga bawang putih saat ini Rp47 ribu dari sebelumnya Rp55 ribu per kilogram.

Namun harga sejumlah komoditas lainnya masih belum turun seperti bawang merah tetap Rp45 ribu per kilogram. Harga daging ayam juga naik dari Rp29 ribu per kilogram menjadi Rp30 ribu per kilogram. Demikian pula harga daging sapi semula Rp98 ribu saat ini sudah Rp100 ribu per kilogram. Sementara harga sayuran seperti tomat,cabai rawit dan cabai merah masih di ambang normal, tidak ada kenaikan yang cukup signifikan.

Kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini sudah biasa terjadi karena naiknya permintaan. Naiknya harga ini juga banyak dipengaruhi oleh para pemain pasar yang menimbun komoditas tertentu.

Maka operasi pasar seperti yang dilakukan Perum Bulog SubDivre Surabaya Utara di 15 titik di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo diharapkan bisa memutus aktivitas penimbunan dan menormalkan harga. Seperti harga bawang putih yang sebelumnya meroket akhirnya bisa turun drastis.

"Kami mengimpor bawang putih 20 ton untuk persediaan jelang Ramadan dan Idul Fitri," kata Wakil Kepala Perum Bulog Sub DivreSurabaya Utara Irlia Dwi Putri, hari ini.

Operasi pasar dilakukan 17-30 Mei, menjual sejumlah komoditas pangan dengan harga lebih murah dibanding di pasar. Di antarnya beras medium seharga Rp8.800 per kilogram, beras premium Rp10.250, gula pasir Rp 12.200, bawang merah Rp21.000, bawang putih Rp38.000, minyak goreng Rp11.000, tepung terigu Rp 7.500 dan telur Rp19.500 per kilogram. (OL-5)

Komentar