Humaniora

80% Avanieco di 26 Negara

Jum'at, 19 May 2017 03:31 WIB Penulis: Retno Hemawati

DOK. BIG CIRCLE

EPISODE kedelapan Big Circle yang tayang di Metro TV pada Minggu, 21 Mei 2017, bakal menghadirkan narasumber yang spesial, yakni Kevin Kumala, David Christian, dan Novi Wahyuningsih.

Acara itu akan dipandu Andy F Noya yang akan ditemani Maria Harfanti serta mentor yang juga Founder OMG Creative Consulting Yoris Sebastian dan pegiat pendidikan Rene Suhardono.

Yang pertama akan dibahas ialah Kevin Kumala.

Lelaki lulusan University of Southern California jurusan biologi itu kini telah mempu mengekspor sebanyak 80% produk berlabel Avani ke seluruh dunia, tepatnya 26 negara, dan hanya sebesar 20% produknya yang laku di pasar Indonesia.

Produk andalannya tidak hanya bioplastik, tetapi masih banyak lagi yakni sedotan kertas, gelas, pisau kayu, kantong belanja, kantong cucian, pembungkus pakaian, mantel antihujan, dan kotak makanan pengganti styrofoam.

Semua produk plastik Avani dikenal ramah lingkungan yang diklaim dapat terurai dalam tanah 60 hari hingga 120 hari.

Keberhasilan Kevin melakukan riset dan uji coba harus ditempuhnya selama beberapa tahun.

Di Jakarta, dia sempat meninggalkan pergaulan dan bahkan tidak keluar rumah.

Dia mendedikasikan seluruh waktunya untuk mencari formula yang pas dan kelak menjadi avanieco tersebut.

Apa yang dilakukan Kevin memang akhirnya berbuah manis, tetapi hal itu justru berangkat dari keprihatinan.

Inspirasi Kevin memproduksi plastik ramah lingkungan bermula setelah ia pulang ke Indonesia seusai menjalani pendidikannya di Amerika Serikat pada 2009.

Kevin terkejut melihat perubahan yang terjadi pada pantai-pantai di Bali, yang sebelumnya terkenal dengan keindahannya malah penuh dengan sampah.

Keberadaan sampah itu mengganggu aktivitasnya sebagai pehobi surfing dan diving.

Tak hanya di permukaan, plastik-plastik yang dibuang juga berada di bawah permukaan laut.

Bali yang ia tahu ialah suatu pulau yang hangat surgawi.

Pada 90-an, Pantai Kuta identik dengan pasir putih, ombak jernih, dan lautan jernih.

Namun, pada 2009 ketika Kevin kembali ke Tanah Air, ia melihat Pantai Kuta, Legian, dan semuanya berubah dramatis.

Sembilan tahun di luar ngeri dan sekarang Bali sangat berbeda dengan Bali yang dulu.

Kondisi pantai-pantai di Bali yang penuh dengan sampah membuat Kevin mencoba berinovasi.

Bersama rekan-rekannya, ia mulai mencari bahan yang lebih ramah lingkungan.

Teknologi ini sebenarnya sudah muncul lebih dulu di Eropa.

Hanya, Kevin mencari bahan yang berbeda dan lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat.

Dari sampah

Melalui percobaan panjang, Kevin kemudian memutuskan menggunakan beberapa pati seperti jagung, singkong, ampas serat tebu, kayu, dan gandum, untuk membuat produk avanieco.

Sebelumnya, ia sudah pernah coba menggunakan bahan-bahan kulit pisang, ganggang, pati jagung, dan alga, untuk membuat bioplastik.

Namun, itu berujung di harga dan akhirnya ia memilih pati singkong karena komoditas ekonomis sementara permintaan dari singkong tidak sebanding dengan produksinya.

Kevin mengklaim 100% produk Avani menggunakan bahan nabati. Tidak ada bahan kimia, bahkan termasuk untuk pewarnanya.

Kantong bioplastik berasal dari pati singkong, minyak sayur dan bahan-bahan nabati lainnya dalam waktu 90 hari akan menjadi kompos untuk tanah.

Produk take away box yang berasal dari ampas tebu memerlukan waktu kurang lebih 120 hari untuk menjadi kompos.

Produk bioplastik jika di laut akan larut dalam waktu 60-140 hari.

Biasanya plastik akan menjadi racun atau polutan jika dikonsumsi hewan laut, tetapi bioplastik Avani akan menjadi makanan untuk ikan-ikan laut karena terbuat dari bahan nabati.

Avani memang bukan bioplastik pertama di Indonesia.

Banyak bioplastik lainnya.

Namun, mereka mengklaim produk-produk tersebut murni terbuat dari bahan nabati.

Jadi Avani adalah bioplastik pertama yang menggunakan 100% bahan nabati.

Avani mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat.

Avani mempertahankan headquarter di Bali karena Bali merupakan melting pot dari segi turisme dan dari sana, Avani mendapat pelanggan dari negara yang bermacam-macam.

Bahkan Kevin baru mendengar nama negara seperti New Caledonia, Vanuatu, dan Madagaskar yang ingin menggunakan produknya.

Target pasar Avani adalah ke horeka yakni hotel, restoran, kafe, dan ritel seperti supermarket dengan kantong plastik mereka atau ritel fesyen untuk shopping bag mereka.

(H-3)

Komentar