Sepak Bola

Euforia Trofi Pertama

Jum'at, 19 May 2017 07:01 WIB Penulis: Satria Sakti Utama

AP/Gregorio Borgia

TROFI Coppa Italia idealnya bukanlah titel yang menjadi target utama Juventus musim ini.

Namun, tetap saja, seluruh pemain dan pelatih 'si Nyonya Tua' larut dalam kegembiraan saat memastikan gelar tersebut seusai menekuk Lazio 2-0 di final, kemarin.

Juve pun menjadi tim pertama yang mampu tiga kali beruntun menjuarai Coppa Italia sejak turnamen itu digelar pada 1922.

Namun, media-media lokal menyebut alasan utama kegembiraan pasukan I Bianconeri ialah mereka masih berkesempatan menjadi treble winner.

Akhir pekan ini, tim 'Hitam-Putih' berpeluang besar meraih gelar kedua musim ini dari Seri A jika menang atas Crotone di Juventus Stadium.

Hal itu membuat Gonzalo Higuain dkk menari di ruang ganti selepas mengangkat trofi Coppa Italia sambil bernyanyi dengan nada optimistis bahwa mereka akan melengkapi gelar juara musim ini di Cardiff (tempat perhelatan final Liga Champions).

"Kredit saya berikan kepada seluruh pemain yang memperagakan aksi luar biasa di babak pertama, juga untuk Lazio yang tampil bagus sepanjang pertandingan," ujar pelatih Juve, Massimiliano Allegri.

Penampilan Juve yang tengah buruk di Seri A tak terlihat dalam partai di Olimpico Roma itu.

Mereka justru langsung tancap gas dan menyarangkan dua gol hanya dalam tempo 25 menit, yakni lewat tendangan voli Dani Alves (12') serta lesakan Leonardo Bonucci (24').

Skor 2-0 membuat tim asal Turin itu menambah gelar Coppa Italia mereka menjadi 12 titel.

Mengarah ke Bernabeu

Calon lawan Juventus di Liga Champions, Real Madrid, juga meraih hasil positif di malam yang sama.

El Real semakin dekat kepada gelar La Liga se-usai meraih kemenangan telak 4-1 atas Celta Vigo di Balaidos.

Tambahan 3 angka dalam laga yang seharusnya dimainkan pada Februari lalu tersebut membuat Los Galacticos hanya membutuhkan 1 poin lagi saat menyambangi markas Malaga di pekan terakhir La Liga, Senin (22/5) dini hari, untuk merengkuh titel.

Cristiano Ronaldo membawa timnya unggul dua gol lebih dahulu pada menit ke-10 dan 48. Sempat diselingi gol balas-an John Guidetti (69'),

Madrid memperlebar jarak menjadi 4-1 setelah Karim Benzema (70') dan Toni Kross (88') bergantian menjebol gawang kiper Sergio Alvarez.

"Masih ada satu poin lagi dan kami harus meraih se-suatu dari sana. Kami harus melanjutkannya," tukas pelatih Madrid Zinedine Zidane.

Perihal kans di laga terakhir melawan Malaga, Madrid sangat berpeluang meraih poin di La Rosaleda.

Salah satu alasan yang menjadi perdebatan ialah kemesraan Madrid dengan pelatih Malaga saat ini, Michel.

Michel merupakan jebol-an asli akademi Real Madrid dengan bermain selama 14 musim untuk level senior.

Ia pun pantas disebut legenda Madrid dengan persembahan 16 trofi sepanjang kariernya.

Tentu tidak akan ada yang menampik keberpihakannya kepada Madrid, apalagi Malaga sudah aman di La Liga musim depan.

"Barcelona gagal atau Real Madrid juara bukan karena kami (Malaga). Ini musim yang utuh. Yang saya katakan sekarang bahwa Madrid tidak membutuhkan bantuan karena mereka akan juara, tapi seorang Malaga yang berasal dari Madrid telah ikut membantu," tutur Michel saat sukses menaklukkan Barcelona 2-0 pada awal April lalu.

(AFP/R-4)

Komentar