Humaniora

Facebook Aktif Promosikan Pluralisme dan Perdamaian

Kamis, 18 May 2017 18:45 WIB Penulis: Dwi Tupani

AP

FACEBOOK aktif melakukan upaya mempromosikan pluralisme dan perdamaian serta mendorong literasi digital untuk menyaring konten di media sosial yang lebih bertanggung jawab.

Program yang sudah dilakukan antara lain Social Impact Hackathon yang dihelat tahun lalu untuk membantu membuat platform dan perangkat-perangkat digital yang disebut Beda Tapi Satu (Different but One). Program itu telah memberikan pendanaan dan dukungan untuk tim yang menang yakni Durian Pedas (asikinaja.com), sebuah platform digital
untuk mengklarifikasi berita hoax.

Menurut Head of News Partnerships Facebook APAC Ken Teh, tujuan Facebook memberikan pendanaan itu untuk mengubah ide pemenang tersebut menjadi realitas bagi jutaan orang.

Facebook juga membuat sebuah kampanye global Think Before You Share bersama Sudah Dong, sebuah komunitas yang berkecimpung dalam upaya pencegahan bullying, serta Yayasan Cinta Anak Bangsa yang memiliki keahlian dalam peningkatan literasi digital.

"Kampanye tersebut berhasil menjangkau 3,5 juta anak muda melalui acara online dan offline serta rangkaian perkumpulan komunitas yang diselenggarakan di 7 kota," tutur Ken.

Selain itu, Facebook membuat perangkat edukasi literasi berita yang ditampilkan di bagian atas News Feed untuk menunjukkan tips mengenai bagaimana menemukan berita palsu dan perangkat edukasi di Pusat Bantuan Facebook. Secara global, jutaan orang mengklik untuk mengunjungi sumber informasi di Pusat Bantuan Facebook.

Ken menambahkan, Facebook juga membantu mendirikan dan mendanai Inisiatif Integritas Berita atau News Integrity Initiative, yaitu sebuah jaringan kerja sama dengan melibatkan mitra dari beragam latar belakang yang fokus pada peningkatan literasi berita.

Inisiatif Integritas Berita merupakan konsorsium global yang fokus membantu orang agar bisa memberikan penilaian yang lebih baik mengenai berita yang mereka baca dan bagikan secara online. Misi inisiatif tersebut, lagi-lagi, untuk meningkatkan literasi berita, meningkatkan kepercayaan dalam industri jurnalistik di seluruh dunia, serta memberikan pemahaman yang lebih baik terkait dengan perbincangan di ranah publik.

Inisiatif tersebut akan membiayai berbagai riset dan proyek, serta penyelenggaraan pertemuan dengan para ahli industri. "Sebagai bagian dari koalisi internasional ini, Facebook akan membantu agar riset serta proyek pendidikan yang telah terselenggara di penjuru dunia, termasuk Indonesia, bisa muncul ke permukaan," pungkas Ken. (X-12)

Komentar