Internasional

Peserta Program Pertukaran Muslim berbagi Pengalaman

Kamis, 18 May 2017 17:58 WIB Penulis: Haufan Hasyim Salengke

Ist

SEKELOMPOK peserta Program Pertukaran Muslim (Muslim Exchange Program/MEP) berbagi pengalaman tentang Islam di kedua negara melalui kumpulan tulisan dalam buku berjudul "Hidup Damai di Negeri Multikultur: Pengalaman Peserta Pertukaran Tokoh Muda Muslim Australia-Indonesia".

Publikasi buku itu dilakukan di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Kamis (18/5). Buku itu mencerminkan keberhasilan program MEP yang telah.berjalan selama 15 tahun dan menceritakan pengalaman yang mengubah hidup mereka melalui program tersebut.

Salah satu peserta MEP, Subhan Setowara, mengatakan ia mendapatkan begitu banyak pengalaman dan pengetahuan berharga selama dua pekan mengikuti program tersebut.

Ia dan rekannya dari Indonesia melakukan kunjungan ke sejumlah komunitas agama--baik Islam maunpun non-Islam--,pemangku kepentingan, lembaga pendidikan, dan komunitas Aborigin.

Sejak program MEP dimulai pada 2002 oleh Australia-Indonesia Institute (AII) di bawah Departemen Luar Negeri Australia, hampir 200 pemimpin muda Muslim dari kedua negara telah berpartisipasi, memperoleh pengalaman tentang Islam dan keanekaragaman di negara masing-masing.

Bulan ini, lima pemuda pemudi Muslim Australia berada di Indonesia untuk berpartisipasi dalam program MEP di tahun yang ke-15 ini. Selama dua minggu, 7-20 Mei 2017, mereka melakukan perjalanan ke Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar untuk bertemu dengan organisasi-organisasi lintas agama, tokoh masyarakat, akademisi terkemuka, seniman, dan tokoh masyarakat lainnya.

Kunjungan timbal balik ke Australia oleh 10 delegasi Muslim Indonesia juga berlangsung awal tahun ini sebagai bagian dari program MEP.

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Justin Lee, kemarin, mengatakan program itu telah berhasil menciptakan ikatan sepanjang masa antara pemimpin muda Muslim di kedua negara, memberi mereka pengalaman yang mengubah hidup.

Publikasi baru tersebut memungkinkan para alumni dari program ini untuk berbagi cerita dengan khalayak yang lebih luas.

"Saya harap buku ini akan memberi sumbangsih pada pemahaman yang lebih baik tentang peran penting yang dimainkan Muslim dalam masyarakat Australia, dan bahwa masyarakat Australia dapat belajar tentang warisan Islam yang kaya di Indonesia," ujar Lee di kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan. (I-2)

Komentar