Internasional

Trump-Erdogan semakin Mesra

Kamis, 18 May 2017 05:21 WIB Penulis: AFP/Ire/I-4

AFP/SAUL LOEB

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sepakat untuk mempererat hubungan kedua negara.

Di Gedung Putih, Trump dan Erdogan memperlihatkan keakraban dan berdiri berdampingan mengucapkan janji untuk semakin mendekatkan hubungan kedua negara ke depan.

Hubungan baik kedua pemimpin negara itu terbangun ketika Trump menjadi salah satu tokoh yang memberikan selamat kepada Erdogan saat memenangi Pemilihan Presiden Turki pada 16 April lalu.

Kemudian, ucapan itu berbalas saat Trump terpilih menjadi Presiden AS mengalahkan rivalnya, Hillary Clinton.

"Kemenangan Trump ialah kebangkitan dan harapan baru untuk Turki. Kita tahu bahwa pemerintahan baru AS tidak akan membiarkan harapan ini sia-sia," kata Erdogan.

Setelah pelantikan Trump, dukungan presiden AS tersebut kepada Erdogan berlanjut pascapelaksanaan referendum di Turki.

Hal itu ditunjukkan Erdogan ketika datang ke Oval Office dan mengingatkan lawan-lawannya tentang dukungan Washington kepada pemerintahannya.

Seperti diketahui, Erdogan menuding tokoh ulama Fethullah Gulen berada di balik kudeta yang dapat digagalkan pasukan pemerintah beberapa waktu lalu.

Gulen yang tinggal di AS dituduh sebagai penggerak kudeta.

Meski tampil hangat di depan publik, Erdogan tetap mengambil kesempatan untuk mengingatkan AS tentang keberadaan pemberontak Kurdi.

"Benar-benar tidak dapat diterima untuk menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai mitra karena hal itu bertentangan dengan kesepakatan global yang kami capai," sindir Erdogan.

Dia menyerukan agar tidak membiarkan kelompok yang dianggap sebagai kaki tangan Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai mitra dalam melawan kelompok teroris Negara Islam (IS).

Menurutnya, YPG tetap harus dianggap sebagai gerakan separatis di Turki.

Menurut Direktur Program Penelitian Turki di Washington Institute of Near East Policy, Soner Cagaptay, setidaknya ada tiga hal yang diharapkan Erdogan dari Trump.

Pertama, Trump memberikan jaminan untuk memantau sepak terjang Gulen di AS.

Kedua, pengadilan AS menyetujui permohonan ekstradisi terhadap Gulen.

Ketiga, Trump mendukung serangan Turki terhadap pangkalan PKK di Sinjar, Irak utara.

"Itu permintaan-permintaan utama Erdogan untuk Trump. Dia sangat menginginkan AS memberikan dukungan untuk operasi militer Turki di Sinjar," tukas Soner.

Komentar