Internasional

DK PBB Bahas Sanksi Baru untuk Korut

Kamis, 18 May 2017 05:11 WIB Penulis: AFP/Hym/I-2

AFP/JEWEL SAMAD

DEWAN Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan tertutup, Selasa (16/5) waktu setempat, untuk membahas upaya menjatuhkan sanksi lebih berat terhadap Korea Utara (Korut) setelah rezim itu kembali meluncurkan rudal balistik.

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Nikki Haley mengatakan, AS tengah bekerja sama dengan Tiongkok, sekutu utama Pyongyang, tentang resolusi sanksi baru.

Ia memperingatkan bahwa semua negara harus meningkatkan aksi kontra-Korut.

"Kita harus mengirim isyarat ke Korut. Cukup sudah. Ini bukan main-main. Ini sudah serius. Ancaman ini tidak dapat diterima," ujar Haley kepada wartawan.

"Jika Anda ialah negara yang memasok atau mendukung Korut, kami menyeru Anda terkait masalah itu," imbuh Haley. "Kami akan memastikan bahwa semua orang tahu siapa Anda dan kami akan menargetkan sanksi tersebut terhadap Anda juga."

Meskipun mendorong sikap yang lebih keras, Haley mengungkap prospek pembicaraan langsung dengan Korut.

Ia menegaskan opsi dialog akan diletakkan di meja jika Pyongyang menghentikan proses pembuatan senjata nuklir dan uji coba rudal secara total.

Korut, pada Minggu (14/5), meluncurkan apa yang tampaknya sebuah rudal balistik jarak jauh.

Mereka mengklaim rudal itu mampu membawa 'hulu ledak nuklir berat' dan jangkauannya mampu memukul daratan AS.

AS dan sekutu utama di kawasan, Jepang dan Korea Selatan, mengadakan pertemuan darurat untuk menggalang kekuatan internasional dalam upaya mengubah jalur Pyongyang dan menghapuskan program rudal dan nuklir 'Negeri Juche' tersebut.

Belum ada rancangan resolusi yang diedarkan ke seluruh anggota dewan.

Namun, Haley mengatakan Washington tengah bekerja dengan Beijing mengenai teks resolusi yang akan menargetkan Pyongyang dengan sanksi yang lebih berat.

"Itu yang sedang kami kerjakan sekarang. Kami belum merampungkannya," kata dia.

Komentar