Olahraga

Sharapova Gagal Dapat Wild Card

Kamis, 18 May 2017 03:30 WIB Penulis: (AFP/Wdo/R-3)

(AP Photo/Andrew Medichini)

KEINGINAN pecinta tenis dunia untuk menyaksikan Maria Sharapova tampil di grand slam Prancis Terbuka tahun ini tidak tercapai. Petenis Rusia itu harus absen untuk kedua kali secara beruntun dari Roland Garros karena tidak mendapat jatah wild card. Federasi Tenis Prancis (FFT) kemarin memutuskan untuk tidak memberikan wild card kepada juara 2012 dan 2014 tersebut. Presiden FFT Bernard Guidicelli menyatakan prestasi Sharapova di Roland Garros sama sekali tidak menjadi pertimbangan untuk memberikan wild card kepada mantan petenis nomor satu dunia itu.

"Wild card hanya diberikan kepada petenis yang baru kembali tampil setelah mengalami cedera. Tidak untuk petenis yang bisa kembali bermain setelah menjalani hukuman akibat menggunakan doping," ujar Guidicelli. Sharapova, peraih lima gelar grand slam, dihukum tidak boleh tampil selama dua tahun akibat terbukti menggunakan doping. Namun, oleh Pengadilan Arbitrasi Olahraga, hukuman tersebut dikurangi menjadi 1,5 tahun. Masa hukumannya Sharapova berakhir 26 April lalu. "Saya minta maaf kepada Sharapova dan fannya yang mungkin saja kecewa. Ini merupakan tanggung jawab dan misi saya untuk menghormati standar tinggi turnamen," ujar Guidicelli.

Keputusan FFT tersebut sekaligus mengakhiri polemik kemungkinan tampilnya Sharapova di Rolland Garros tahun ini. Sebelumnya, pernyataan Direktur Turnamen Prancis Terbuka Guh Forget yang mengatakan bahwa Sharapova mungkin akan mendapat wild card memunculkan pro dan kontra. Petenis Kanada Eugenie Bouchard menyebut Sharapova seharusnya mendapat hukuman tidak boleh bermain seumur hidup.

"Ia telah berbohong termasuk kepada saya. Seorang pembohong di olahraga apa pun seharusnya tidak boleh lagi tampil," jelas Bouchard bulan lalu. Absennya Sharapova, dan juga Serena Williams yang sedang hamil, membuat persaingan di Prancis Terbuka tahun ini akan makin ketat. Petenis Jerman Angelique Kerber yang kini kembali menempati peringkat satu dunia menjadi kandidat kuat juara.

Komentar