Features

Pabrik Semen Rembang Jaga Lingkungan dengan Tanam Penghijauan

Rabu, 17 May 2017 11:45 WIB Penulis: Akhmad Safuan

Pabrik Semen Rembang, Jaga Lingkungan dengan Tanam Penghijauan -- MI/Akhmad Sapuan

HUJAN gerimis yang mengguyur siang itu di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah terasa menjadi berkah karena sudah beberapa pekan ini hujan yang diharapkan tidak kunjung datang.

Meskipun hanya gerimis namun cukup menyejukan daerah di pantai utara (pantura) ini. Debu yang beterbangan akibat lindasaan roda kendaraan juga menghilang dari pandangan mata.

Di tengah gerimis, Sunardi, 50, warga Desa Kajar, Kecamatan Gunem, Rembang tetap bersemangat mencabuti rumput liar yang berada di sekitar tanaman buah miliknya setinggi 1 meter, yang baru ditanam tiga bulan lalu di lahan belakang rumah yang tidak terlalu luas.

Pemandangan serupa juga terlihat di beberapa desa lain sekitar pabrik semen Rembang seperti Tegaldowo, Pesucen, Timbrangan dan Kadiworo. Warga terlihat giat merawat berbagai tanaman buah seperti pisang, mangga, rambutan dan beberapa jenis lainnya.

"Saat ini tanaman-tanaman ini memang belum berproduksi, namun di sini jika sebelumnya tanaman sulit tumbuh, kini subur setelah banyaknya air dari embung yang dibangun oleh PT Semen Indonesia," kata Hardjono, 37, warga Desa Tegaldowo, Rabu (17/5).

Sejauh mata memandang di lima desa di sekitar pabrik, jika sebelum berdirinya pabrik Semen Rembang terlihat gersang, terutama saat musim kemarau, kini terlihat menghijau dengan berbagai tanaman yang tumbuh.

Bahkan berbagai budidaya perkebunan hasil binaan PT Semen Indonesia seperti pepaya calina, pisang tanduk yang sebelumnya tidak dapat tumbuh, sekarang begitu subur.

Tidak hanya sekitar pabrik, jalur pantura Sarang-Rembang juga mulai terlihat hijau dengan ditanaminya ribuan pohon mahoni yang kini telah mulai meninggi. Demikian juga Pantai Banggi Rembang yang sebelumnya
terus digerogoti abrasi, sekarang lebih aman karena penanaman mangrove yang mampu membentengi pantai.

"Kami sebelumnya khawatir rumah kami diterjang gelombang. Itu karena 10 tahun lalu jarak rumah dengan bibir pantai sekitar 1 kilometer, ini hanya tinggal beberapa ratus meter akibat abrasi," ujar Nurdin, 45, warga Desa Pasar Banggi, Rembang.

Ribuan tanaman mangrove, demikian Nurdin, yang telah ditanam oleh PT Semen Indonesia telah tumbuh dan mampu menjadi benteng, bahkan saat peringatan Hari Bumi lalu Partai Nasional Demokrat (NasDem) menambah 2.000 tanaman mangrove dan cemara laut. Sehingga semakin menghijau dan mengamankan garis pantai.

Program penghijauan memang telah dirancang dan dilaksanakan jauh sebelum pabrik semen dibangun tiga tahun lalu. PT Semen Indonesia mengawali dengan menanam 10.000 tanaman mangrove di pantai Banggi Rembang. Kemudian menanam juga 16.000 mahoni di sepanjang jalur pantura Sarang, Rembang.

Tidak hanya itu, 200 tanaman buah-buahan juga dibagikan kepada warga di Desa Kumendung, selain untuk penghijauan dengan harapan setelah tumbuh dan berproduksi nantinya mampu mengangkat perekonomian warga desa.

Bahkan 10 desa di sekitar pabrik semen yang berkapasitas 3 juta ton per tahun ini juga, dilakukan penanaman 10.500 pohon produktif dan konservatif. Sehingga selain tetap menjaga agar daerah sekitar pabrik hijau dan tanpa polusi, juga mengurangi kebisingan pabrik agar tidak mengganggu warga sekitar.

Bupati Rembang Abdul Hafids mengatakan sejak 1996 terdapat 19 izin penambangan di Rembang, namun tidak ada yang melakukan perbaikan terhadap lingkungan, bahkan hanya meninggalkan kerusakan karena ditinggalkan begitu saja selesai ditambang.

"Secara ekonomi juga tidak memberikan dampak apapun karena hasil tambang dibawa keluar Rembang," tambahnya.

Beberapa tahun sebelum ada rencana apapun, demikian Abdul Hafids, PT Semen Indonesia telah berkiprah memperbaiki lingkungan di Rembang dengan melakukan penghijauan. Bahkan setelah membangun pabrik di Rembang, penghijauan terus digencarkan meskipun belum melakukan penambangan.

Menjaga lingkungan telah terprogram oleh pabrik semen ini yang saat berproduksi nantinya akan dapat menampung 1.698 pekerja. Abdul Hafids menambahkan, menurut rencana setelah melakukan penambangan daerah yang telah ditambang akan kembali dihijaukan.

"Ini merupakan industri penambangan berwawasan lingkungan dan sekaligus akan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar," ujarnya. (OL-4)

Komentar