Polkam dan HAM

Jangan Ragu Tindak Tegas Pengganggu Persatuan

Rabu, 17 May 2017 05:55 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kelima kanan), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (keempat kanan) dan tokoh-tokoh lintas agama menyampaikan keterangan pers, Selasa (16/5). -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasar

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menindak tegas semua hal yang mengganggu persatuan bangsa.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi seusai bertemu beberapa tokoh agama di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

“Saya sudah perintahkan Kapolri dan Panglima TNI tidak ragu me­nindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persa­tuan dan persaudaraan, yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai Pancasila dan UUD 1945,” kata Jokowi.

Para tokoh agama yang hadir yakni Ketua MUI Ma’ruf Amin, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Henriette T Hutabarat-Lebang, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia Hartati Murdaya, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, dan Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia Uung Sendana L Linggarjati. Turut hadir Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Di awal pertemuan, Jokowi me­nyinggung peran tokoh agama yang dapat menjangkau akar rumput untuk menangani konflik antargolong­an. “Apa pun agamanya, sukunya, golongannya, untuk menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas. Konstitusi menegaskan semua warga negara sama di depan hukum.”

Ketua MUI Ma’ruf Amin menegaskan tokoh agama komit untuk menjaga dan memperkukuh persatuan. “Kami mendukung Presiden menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kami juga mendukung upaya menghentikan konflik. Masyarakat hendaknya menyampaikan aspirasi sesuai dengan hukum, kesantunan, dan cara yang akhlakul karimah.”

Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Henriette T Hutabarat-Lebang menambahkan Jokowi menilai jangkauan tokoh agama ke akar rumput efektif mencegah konflik. “Kami menggiatkan khotbah dan pertemuan yang menekankan nilai kebangsaan dan kesatuan. Lewat proses itu, kami harap kita tidak terjebak dalam polarisasi.”

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri sangat menyadari kekhawatiran Presiden soal perpecahan umat beragama. “Karena isu agama itu potensial. Kami mendukung langkah Presiden menegakkan hukum untuk mencegah disintegrasi bangsa.”

Saat mendengar pernyataan para tokoh agama itu, Jokowi berterima kasih atas komitmen mereka menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, toleransi antarumat, antarke­lompok, dan antargolongan.

“Saya senang tokoh agama komit menjaga, mempertahankan, memperkukuh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika,” tandas Jokowi.

Sebelumnya, ketika membuka Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia di Masjid Agung Darussalam, Palu, Jokowi meminta elemen bangsa menghentikan perbuatan saling menghujat, memfitnah, dan mendemo. “Energi kita habis, tidak produktif. Kita saudara, baik sesama muslim, baik sebangsa dan setanah air. Bangsa mana seberagam ini. Ini takdir Allah yang diberikan untuk dirawat dan dijaga.” (Nur/TB/Ant/X-3)

Komentar