Kesehatan

Hindari Konsumsi Makanan Tinggi Kalori

Rabu, 17 May 2017 06:10 WIB Penulis:

THINKSTOCKPHOTOS

CARA sederhana mengurangi berat badan, antara lain menghindari makanan tinggi kalori dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi yang rendah kalori.

Karena itu, penting sekali mengenali jenis makanan tinggi kalori yang berisiko merusak program diet. Ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan kandungan kalori dalam makanan seperti dilansir dari klikdokter.com.

Disebutkan, ada makanan rendah serat, tidak mengandung serat sama sekali, dan makanan dengan kandungan kalori tinggi. Beberapa contoh makanan tinggi kalori ialah omelet daging, omelet keju, kue, dan biskuit, bahkan biskuit yang diklaim rendah kalori sekalipun karena sebagian besar serat di dalam biskuit hancur saat proses pembuatan.

Selain itu, makanan tinggi kalori ada pada produk hewan yang tinggi lemak dan tinggi protein seperti susu, daging, dan telur. Makanan itu banyak mengandung kalori karena mengandung lemak dan protein yang tinggi, tetapi tidak ada unsur serat. Makanan yang berasal dari produk hewan biasanya juga tinggi kalori.

Selain itu, kalori tinggi ada pada beberapa jenis makanan olahan, misalnya piza dengan sosis dan keju, hamburger daging yang dilengkapi keju, dan es krim vanili. Penggunaan minyak dan gula sebagai bahan utama makanan olahan juga menciptakan makanan berkalori tinggi, contohnya pada gandum natural yang diolah di penggilingan hingga akhirnya berubah menjadi tepung putih. Kandungan serat di dalamnya telah sangat berkurang.

Ada juga beberapa makanan olahan lain yang mengandung banyak gula dan minyak yang tinggi kalori, seperti keripik kentang, minuman bersoda, dan margarin. Makanan yang digoreng menggunakan minyak
dalam jumlah yang banyak atau deep fried memiliki kandungan kalori sangat tinggi seperti onion ring, kentang goreng, dan tempura. Ada juga makanan yang berasal dari tumbuhan yang secara alami tinggi
kalori, antara lain alpukat, zaitun, dan produk kedelai.

Sesungguhnya tidak terlalu banyak makanan produk tumbuhan yang tinggi kalori. Bahkan, makanan tersebut bernutrisi tinggi dan baik untuk kesehatan. Namun, sebaiknya makanan tersebut dikonsumsi secara bergantian.

Jangan berlebihan

Ada 10 daftar makanan dengan kalori tertinggi, antara lain lemak dan minyak, seperti yang ada pada daging sapi, minyak ikan, dan minyak tumbuhan. Makanan tersebut mengandung 117 kalori per 1 sendok makan.

Termasuk minyak lain, seperti minyak kelapa yang mengandung 121 kalori per 1 sendok makan. Makanan berkalori tinggi ada pada daging ayam, daging kalkun, dan lemak angsa. Kandungannya mencapai sekitar 117 kalori per 1 sendok makan.

Selain itu, kandungan kalori tinggi ada pada kacang-kacangan dan biji-bijian, contohnya pada kacang macadamia mengandung 201 kalori per 1 sendok makan.

Kemudian, selai kacang mengandung 94 kalori per 1 sendok makan, cokelat murni (dark chocolate) mengandung 167 kalori per 1 sendok makan, serta buah yang dikeringkan menjadi manisan dan jus buah mengandung 224 kalori per setengah gelas. Alpukat mengandung 332 kalori per 201 gram berat buah.

Pasta dari gandum utuh mengandung 87 kalori per setengah mangkuk ukuran 70 gram. Susu, keju, dan telur mengandung 127 kalori per ons. Ikan yang mengandung minyak, misalnya ikan makarel yang dimasak mengandung 233 kalori per 85 gram.

Termasuk juga jenis ikan-ikannya seperti salmon mengandung 175 kalori per 85 gram, sarden kaleng mengandung 191 kalori per kaleng, dan steak tuna mengandung 156 kalori per 85 gram. Makanan-makanan tersebut sebenarnya bukan untuk dihindari, melainkan perlu dikonsumsi secara tidak berlebihan agar asupan kalori ke dalam tubuh tidak terlalu tinggi.

Camilan

Meskipun beberapa jenis camilan, seperti biskuit dan kue memiliki kadar kalori yang tinggi, Anda yang hobi mengemil tidak perlu khawatir.

Ada camilan Fitbar sebagai makanan ringan rendah kalori. “Fitbar baru terbuat dari multigrain (oat, quinoa, whole wheat/gandum utuh) yang kaya akan nutrisi dan serat. Walau rendah kalori, kandungan seratnya mampu menimbulkan rasa kenyang lebih lama,” urai Brand Manager Fitbar Maureen Tanoto ketika dihubungi, Selasa (16/5).

Fitbar juga bebas kolesterol dan bebas trans-fat sehingga aman untuk kesehatan jantung. Dengan varian chocolate, fruits, dan nuts, Fitbar memiliki banyak rasa. Kandungan gizi di dalam setiap bar Fitbar, antara lain kolestrol 0 mg, trans-fat 0 g, serta mengandung kalsium dan vitamin A, B12, dan C sehingga camilan Fitbar sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi. (Mus/S1-25)

Komentar