Kesehatan

Cuci Tangan Kunci Cegah Infeksi Nosokomial

Rabu, 17 May 2017 05:33 WIB Penulis: (Nik/H-2)

MI/Galih Pradipta

INFEKSI nosokomial merupakan infeksi yang menjangkiti tubuh pasien pada saat berada di rumah sakit. Infeksi itu dapat berkembang menjadi parah. Infeksi nosokomial menjadi ancaman besar bagi keselamatan pasien karena dapat memperpanjang masa rawat inap dan merupakan salah satu penyebab utama kematian. Penelitian lebih lanjut mengemukakan infeksi nosokomial di rumah sakit disebabkan kurangnya kepatuhan para tenaga kesehatan terhadap prosedur pencegahannya, termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis terhadap pasien.

Rata-rata, kepatuhan tenaga kesehatan di Indonesia dalam hal mencuci tangan hanya sekitar 20%-40%. Penyebab lainnya ialah kurangnya pengawasan, praktik pencegahan yang buruk dan tidak tepat, serta keterbatasan informasi mengenai pengendalian infeksi di rumah sakit. Hal-hal tersebut terungkap dalam simposium bertajuk Hand Hygiene Focus–Where are We Now yang diselenggarakan PT B Braun Medical Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Pengendalian Infeksi Indonesia (Perdalin) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO), di Jakarta, pekan lalu. Simposium itu bertujuan mengedukasi dan memberikan informasi terbaru tentang standar hand hygiene kepada para tenaga kesehatan. "Hand hygiene merupakan salah satu kunci utama dalam program pencegahan dan pengendalian infeksi," ujar Lead Adviser of Clean Care is Safer Care WHO, Prof Didier Pittet, pada simposium itu.

Ia menjelaskan hand hygiene merupakan suatu upaya atau tindakan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun antiseptik pada saat mencuci tangan dengan air mengalir. Atau bisa juga menggunakan handrub yang mengandung alkohol sesuai dengan langkah-langkah sistematis yang ditentukan untuk mengurangi jumlah bakteri yang tersebar di tangan. "Berdasarkan penelitian WHO, praktik hand hygiene yang sesuai dengan aturannya dapat mengurangi resiko infeksi nosokomial hingga 40%," imbuhnya. Pada kesempatan sama, Sekjen Perdalin dr Ronald Irwanto SpPD-KPTI mengatakan standardisasi fasilitas kesehatan sangatlah penting sebab infeksi nosokomial bersifat
iatrogenik, yakni infeksi dapat terjadi saat tenaga kesehatan menggunakan peralatan medis untuk merawat pasiennya. Misalnya saat penggunaan kateter dan pemasangan infus. "Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyebab utama hampir seperempat dari semua jenis infeksi nosokomial. Infeksi saluran kemih biasanya menjangkiti pasien pada saat penggunaan alat kateter dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berdampak pada meningkatnya biaya medis serta efek samping lainnya seperti sepsis (infeksi darah), bahkan kematian," ujarnya. (Nik/H-2)

Komentar