Teknopolis

Waspada Serangan Susulan Ransomware

Senin, 15 May 2017 09:56 WIB Penulis: MI

Sumber: Kominfo/L-1/Grafis: CAKSONO

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan perlunya kewaspadaan terkait dengan penyebaran ransomware Wanna Cry karena saat ini sudah banyak negara yang terserang virus tersebut. Karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mengatasi penyebaran virus tersebut.

"Tersebarnya ransomeware ini demikian masif di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia, sehingga perlu percepatan untuk penanganannya. Hitungannya bukan hari, melainkan menit," jelas Rudiantara di Jakarta, kemarin (Minggu, 14/5).

Para penyidik internasional tengah memburu pelaku di balik kejahatan siber yang terjadi di lebih dari 100 negara itu.

Serangan yang dimulai sejak Jumat (12/5) terdeskripsi sebagai serangan balasan siber terbesar, memukul agen-agen negara dan perusahaan-perusahaan besar dunia termasuk bank-bank Rusia, rumah-rumah sakit Inggris, juga Fed Ex dan pabrik mobil Eropa.

"Serangan akhir-akhir ini belum pernah terjadi sebelumnya dan perlu investigasi internasional untuk mengidentifikasi pelakunya," ungkap Europol, agen kepolisian Eropa, seperti kutip AFP.

Sejauh ini, berdasarkan pantauan Kemenkominfo, RS Harapan Kita dan RS Dharmais sudah terkena serangan tersebut. Hal itu membuat RS Dharmais melakukan pelayanan secara manual. "Mereka (RS Dharmais) saat ini tengah melakukan backup data dan telah menanamkan antivirus," ujar Rudiantara.

Pemerintah, lanjut dia, juga mengimbau para pemilik komputer dengan sistem operasi Windows 8 ke bawah untuk memutuskan koneksi internet sebelum menyalakan perangkat. Itu terkait dengan akses masuk <>malware yang memakai jaringan internet. (Ric/Nic/Ire/Dro/Pro/AU/X-10)

Komentar