Pesona

Motif Nusantara dalam Gaya Bohemian

Ahad, 14 May 2017 05:00 WIB Penulis: SITI RETNO WULANDARI wulan@mediaindonesia.com

Peragaan Busana karya Denny Wirawan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. MI/MOHAMAD IRFAN

MENJELAJAH berbagai daerah di Indonesia, negara-negara Asia, Timur Tengah, hingga Eropa sudah berkali-kali dilakukan Denny Wirawan. Keindahan alam bukan satu-satunya daya tarik, melainkan ada sebuah semangat yang selalu ia rasakan tiap kali bepergian dan semangat itu yang kemudian dituangkan dalam karya. “Semangat bebas yang saya temui dalam perjalanan memantik ide, saya mendokumentasikannya dalam karya bertema Kelana,” kata Denny dalam presentasi koleksi terbarunya, Kelana, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (3/5).

Semangat kebebasan diwujudkan dalam eksplorasi motif fl ora, fauna, serta motif adati seperti motif burung lokcan, motif songket Bali, tenun gringsing, ikat hingga motif geometris dan garis-garis. Motif-motif itu dicetak dengan teknik print digital pada material sifon sutra, shantung, organza, dan satin. Gaya busananya bohemian dengan artikel- artikel fesyen berupa atasan berkerah oval, terlihat seperti cape, dengan motif tenun gringsing dan diberi aksen rumbai di bagian bawahnya.

Sementara itu, padanannya, celana panjang longgar. Ada juga gaun panjang bermotif songket Bali, dengan efek mengembang dan kerut di bagian bawah gaun. Tampilan yang sungguh santai tapi tetap gaya, bisa dikenakan pada acara apa pun bergantung pada padu padannya. “Ternyata tidak sesederhana yang saya kira, lumayan ruwet soal penempatan motif apalagi jika ditabrak, semisal songket dengan motif stripe. Hasil di beberapa bahan pun berbeda karena itu butuh eksperimen berulang kali,” ujar Denny seusai melakukan presentasi 50 koleksinya.

Tidak harus serupa
Tak hanya tampilan motif yang bisa berbeda hasilnya pada satu kain, tetapi juga warna yang diinginkan Denny. Meskipun terinspirasi oleh wastra Nusantara, Denny tak mau memberlakukan metode cetak salin pada setiap material. Semisal ia ingin ikat merah, tetapi warna yang keluar pada bahan belum tentu sama dengan kain asli, hal itu tidak lantas membuat Denny kecewa.

“Enggak harus copy paste, semua saya yang inginkan harus melalui sentuhan dan sesuai dengan gaya saya. Kalau harus serupa, kasihan yang membuat kain,” tukasnya. Tampilan modern tetapi tetap bernapas tradisional juga dihadirkan pada koleksi untuk pria, seperti pada luaran (outer) dengan panjang tangan sesiku dan bermotif garis diberikan aksen potongan menggantung di bagian pinggang. Kasual tapi tetap bisa dikenakan untuk acara formal. Aplikasi lain yang diterapkan Denny pada koleksi ready to wear kali
ini berupa bordir dan sulam. (M-3)

Komentar