Travelista

Memoles Wisata Halal

Ahad, 14 May 2017 04:36 WIB Penulis: (Pra/M-1)

Terletak tepat di pusat kota Taipei, dengan gaya arsitektur yang kental dengan nuansa Islam karya Yang Cho-Cheng, Taipei Grand Mosque begitu mudah dikenali. MI/ANDHIKA PRASETYO

DI bangun pada 1960 masa pemerintahan Kuo­mintang (KMT), Taipei Grand Mosque menjadi satu-satunya masjid yang berdiri di ibu kota Taiwan, Taipei. Masjid yang terletak di Distrik Da’an itu bak sebuah bentuk pengakuan terhadap eksistensi umat muslim yang populasinya tidak besar di negara tersebut. “Masjid ini dibangun karena pada saat itu sama sekali tidak ada tempat ibadah untuk umat muslim di sini. Sementara itu, banyak para pejabat tinggi KMT memeluk Islam,” ujar Ministry of Foreign Affair Officer Daniel Hu saat mendampingi rombongan jurnalis asal Asia Tenggara ke beberapa tempat peribadatan di Taiwan, awal pekan lalu.

Tidak hanya sebagai pusat keagamaan, bangunan yang menempati lahan seluas 2.474 meter persegi itu dibuka untuk umum sebagai situs budaya dan pendidikan di Taiwan. Tidak jarang pelajar dari dalam dan luar ibu kota berkunjung untuk melihat-lihat dan mengetahui sejarah masuknya Islam ke ‘Negeri Formosa’ tersebut. Satu hal menarik lainnya, seperti di Indonesia yang memiliki Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di lokasi berdekatan, Taipei Grand Mosque juga berdampingan dengan Holy Family Catholic Church. Hal itu jelas menggambarkan sebuah kehidupan keberagaman yang sangat apik di pusat ibu kota.

Pelancong muslim
Pemerintah Taiwan saat ini mengaku tengah gencar membangun lebih banyak tempat ibadah bagi umat muslim untuk memikat lebih banyak wisatawan asing, khususnya dari negara-negara dengan mayoritas muslim seperti Indonesia, datang berkunjung. Implementasi kebijakan tersebut pun sudah terlihat di beberapa lokasi. Beberapa tempat umum yang menjadi pusat kegiatan masyarakat kini sudah dilengkapi dengan tempat ibadah bagi umat Muslim.

Seperti Bandara Internasional Taoyuan yang memiliki beberapa titik tempat ibadah yang ditujukan untuk umat muslim. Tidak disia-siakan, Mohammad Hassan, salah satu wisatawan asal Malaysia yang hendak kembali ke negaranya, pun menyempatkan diri untuk beribadah di musala yang terletak di Gate B keberangkatan internasional tersebut. “Tempatnya sudah baik, tapi memang ada yang masih kurang seperti tempat wudhu yang terlalu terbuka,” tutur Hassan.

Tidak hanya mulai membangun beberapa tempat ibadah, berbagai upaya lain seperti memberikan sertifikasi halal terhadap produk-produk makanan dan mengadakan pertukaran pelajar dengan negara-negara Islam juga sudah dilakukan pemerintah setempat. “Kami sedang berupaya menyediakan lebih banyak lingkungan yang ramah bagi umat Muslim di Taiwan,” ujar Secretary General National Development Council Taiwan Cheryl Tseng.

“Sudah banyak pembahasan di tingkat pemerintahan terkait hal ini,” tuturnya. Taipei Grand Mosque dibangun dengan gaya arsitektur Timur Tengah. Bangunannya menempati lahan seluas 2.747 meter persegi. Ruangan-ruangannya terbagi dalam beberapa bagian yang meliputi aula salat, aula resepsi, kantor, perpustakaan, dan ruang bersuci. Aula salatnya mempunyai lebar dan tinggi sekitar 15 meter. Di bagian sisi masjid terdapat dua buah menara yang ketinggiannya mencapai 20 meter.

Tanah donasi
Populasi umat Islam di Taiwan memang tergolong sangat sedikit, hanya 0,3%. Namun seiring dengan waktu, jumlah yang sedikit itu terus-menerus berkembang.
Pada 2010, diperkirakan ada 140 ribu penduduk Taiwan yang tercatat sebagai muslim. Angka tersebut diprediksi terus bertambah sekitar 100 orang tiap tahun.
Masjid yang berdiri megah di pusat kota ini awalnya digagas Ketua Asosiasi Muslim Taiwan. Masjid ini dibangun di atas tanah yang didonasikan pemerintah Taiwan. Pembangunannya selesai pada 1960 dan menjadi masjid terbesar dari keenam masjid yang ada di Taiwan.

Anda yang berminat mengunjungi Taipei Grand Mosque dapat menggunakan MRT menuju Guting Station. Dari sana, Anda hanya berjalan sekitar 10 menit menuju Xinsheng South Road, Da’an District. (Pra/M-1)

Komentar