MI Anak

Kelas Oky untuk Anak-Anak Penjaringan

Ahad, 14 May 2017 02:05 WIB Penulis: (Suryani Wandari/M-1)

Di Kelas Belajar Oky anak-anak belajar bersama mengenai mencuci tangan, menyikat gigi hingga belajar untuk percaya diri. DOK KELAS BELAJAR OKY

YUK bareng-bareng,” kata Kak Ayu, relawan Kelas Belajar Oky yang mengajak sekitar 20 anak yang sedang asyik bermain di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak
(RPTRA) Dharma Suci Penjaringan, Jakarta Utara, agar berkumpul. Minggu (13/3) sore itu hanya sebagian kecil anak-anak yang datang, biasanya hampir 80 anak
mengikuti kegiatan ini.

“Dua minggu kemarin libur karena tempatnya dipakai dalam 2 minggu ini, jadi anak-anak masih mengira sekarang pun nggak ada kegiatan,” kata Kak Ayu memberi penjelasan. Ya sobat, setiap minggunya anak-anak yang berada di daerah Pluit ini memang punya kegiatan yang berbeda nih bersama Kelas Belajar Oky (KBO). KBO ialah sebuah kegiatan misi sosial untuk anak-anak Indonesia dengan tujuan meningkatkan status kesehatan dan pendidikan anak-anak di kawasan urban.

Kak Oky Setiarso, pendiri KBO, memang memiliki keprihatinan kepada anak-anak marginal di Jakarta sejak 2010. “Ini bentuk keprihatinan saya setelah kembali dari pekerjaannya untuk lembaga kemanusiaan Internasional di beberapa di Indonesia. Terlihat banyak anak yang putus sekolah, kampung padat dan kumuh serta kemiskinan,” kata kak Oky.

Edukasi kesehatan
Pendidikan maupun fasilitas kesehatan rupanya belum merata diterima masyarakat. Mereka yang tinggal di perkampungan nelayan, di kolong jembatan, atau daerah kumuh lainnya bahkan belum memahami akan kesehatan lo sobat. “Banyak tinggal di rumah yang beratap plastik, lingkungannya pun kotor karena tanah becek tergenang air,” kata Xixa, relawan KBO yang saat itu mengajak anak untuk belajar bersama.

Kak Oky yang telah menyandang gelar master dalam bidang human nutrition dari Ilmu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini fokus memberikan pengetahuan untuk hidup bersih. Kebiasaan itu dia coba terapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari, misalnya mencuci tangan, gosok gigi, dan mandi. Di sela-sela pelajaran ada acara menyanyi dan bermain.

Pelajaran itu didapat bukan hanya materi lo sobat, melainkan langsung mempraktikkannya nih. Seperti yang dilakukan sore itu, anak-anak diberi pemahaman cara cuci tangan yang benar melalui lima langkah, mulai depan dan belakang, sela-sela jari, kuku buku jari, jempol, hingga pergelangan lalu dibilas dengan air. Namun, mereka melakukannya dengan bernyanyi.

Begitu pun dengan gosok gigi, mereka diberi sikat dan pasta gigi lalu mempraktikkan cara menggosok gigi yang benar. Sobat medi juga harus tahu nih kalau menyikat gigi itu harus memutar, bukan digosok maju mundur ya dan dilakukan pada gigi bagian atas terlebih dahulu. Lidahnya pun perlu disikat karena mengandung banyak kuman juga.

Berani dan percaya diri
Selain menerapkan hidup sehat, KBO melatih anak-anak agar berani tampil di hadapan banyak orang. Kakak relawan akan menunjuk seseorang untuk memperagakan dan menjelaskan apa yang sedang dipelajari atau sekadar bernyanyi. Mereka dituntut untuk percaya diri dan tak malu berbagi kepada temannya. Dari beberapa pertemuan, hasilnya ini bisa terlihat lo sobat, seperti Sri Rahmawati, kelas 5 SDN Rawa Badak Selatan 11. Ia bercerita ia jauh berbeda dari dulu yang pemalu.

“Dulu aku pemalu, tapi sekarang aku mulai berani. Kak Oky selalu bilang bahwa kita harus percaya diri,” kata Sri. Ia pun mengatakan belajar di KBO sangat seru. Ia bisa bertemu
dengan banyak teman dan mendengarkan cerita dari kakak relawan. Metode yang membuat anak lebih aktif ini memang membantu proses belajarnya akademiknya di sekolah. Sri mengaku menjadi peringkat pertama di kelasnya.

Sekarang, selain di Pluit KBO sudah ada di Cilincing, Johar Baru, Kampung Beting Remaja Koja, Kelapa Gading, Bintaro Sarmili, dan Bintaro Permai Tiga dan di Makasar, Solo, Surabaya. “Harapannya, anak-anak marginal bisa mengenyam pendidikan lebih tinggi dari orang tuannya,” pungkas Kak Oky. (Suryani Wandari/M-1)

Komentar