Kuliner

Sensasi Bersantap dengan Mata Tertutup

Ahad, 14 May 2017 00:41 WIB Penulis: (Arnoldus Dhae/M-4)

Swiss Belhotel Rainforest yang terletak di Jl Sunset Road Kuta Bali menggelar santap malam bersama tamu dalam kegelapan. MI ARNOLDMEAK

BAGAIMANA rasanya bersantap dengan mata tertutup? Apakah Anda bisa mengetahui makanan yang dinikmati? Situasi itu yang Anda bisa nikmati saat mengikuti promo dinner in the dark milik Swiss Belhotel Rainforest di Jl Sunset Road Kuta, Bali. Para tamu dibawa dalam suasana bak di hutan belantara, gelap gulita, ditemani suara angin semilir, dan burung hantu. Tidak lupa penutup mata menambah keseruan dan tanda tanya bagi sejumlah pengunjung hotel berbintang itu. Penerangan hanya berasal dari lilin-lilin kecil yang menyala di meja makan.

Jangan takut kalau melakukan kesalahan. Para pelayanan sigap membantu para tamu yang kebingungan menebak menu makanan yang akan disantap. Bahkan beberapa tamu harus dituntutn tangannya oleh petugas untuk mengambil makanan. General Manager Swiss Belhotel Rainforest Kuta Bali Teezar Mirza menjelaskan bersantap dalam kegelapan dengan menutupi mata para tamu memberikan sensasi sendiri bagi cira tasa makanan yang dihadirkan.

“Konsumen ditutup matanya, lampu dipadamkan selama penyajian dan saat makan. Tujuannya agar semua bisa merasakan sendiri kelezatan makanan yang hanya diketahui saat merasakannya,” ujarnya di Bali, beberapa waktu lalu. Suasana berbeda itu yang ditonjolkan sehingga indra pengecap tamu bisa lebih terpacu. Sangat berbeda saat mata terbuka, maka sajian akan tampak biasa saja. “Akan tetapi, dengan gelap dan dalam keadaan mata tertutup, yang berbicara hanya rasa. Jadi saat makanan itu masuk ke mulut, orang baru bisa menjelaskan dan memberikan penilaian apakah makanan itu enak atau tidak.

Rasa yang akan berbicara, bukan melihatnya secara kasatmata,” ujarnya. Pengalaman seperti ini tidak ada di tempat lain di Bali ini kecuali berada di Swiss Belhotel Seminyak Kuta Bali. Menurutnya, konsep dinner in the dark banyak digunakan di restoran lain di dunia. Namun, Swiss Belhotel Sunset Road Kuta memiliki ciri sendiri. Kekhasan di Swiss Belhotel ialah menu dengan cita rasa yang khusus, cara pelayanan, dan penyajian juga spesial.

Pelayan akan menyambut tamunya dalam kegelapan dengan menyodorkan daftar menu penganan atau minuman. Setelahnya, seorang pemandu akan mengantar tamu masuk ke dalam kegelapan menuju meja makan. “Secara umum ada tiga menu utama, menu Barat, Indonesia, dan vegetarian. Pengunjung memang memilih menu, tapi tidak mengetahui hidangan apa yang akan datang. Ya, Anda bisa mengatakan kepada kami bila memiliki alergi pada makanan tertentu,” ujarnya.

Karena tidak melihat makanan secara langsung, sewaktu mengecap makanan yang dihidangkan, sensasinya akan terasa berbeda di mulut. Tamu tidak bisa melihat bentuk makanan itu di atas piringnya. “Perlu beberapa menit untuk beradaptasi dan semua indra Anda akan bekerja ekstra. Anda juga akan mudah menerima rasa makanan itu dalam kegelapan,” ujarnya.

Agar tamu tidak canggung, penyajian dan jenisnya akan disesuaikan dengan kondisi tamu. Di samping itu, konsep makan malam itu juga digunakan untuk mendukung hari bumi dengan mematikan lampu sebagian. (Arnoldus Dhae/M-4)

Komentar