Nusantara

Polda NTT Tangkap Perempuan Penyebar Kebencian

Sabtu, 13 May 2017 14:39 WIB Penulis: Palce Amalo

MI/PALCE AMALO

KEPOLISIAN Daerah Nusa Tenggara Timur menangkap seorang perempuan bernama Prima Gaida Journalita, 33, atas tuduhan menyebar kebencian melalui akun media sosial.

Kabid Humas Polda NTT, Ajun Komisaris Besar Jules Abraham Abast , mengatakan, Prima ditangkap Tim Penyidik Cyber Crime sejak Jumat (12/5) kemarin.

"Prima dikenakan status tangkapan selama 24 jam, statusnya kemudian menjadi tahanan selama 20 hari ke depan," katanya kepada wartawan di Kupang, Sabtu (13/5).

Di akun Facebook-nya pada 10 Mei 2017, Prima menulis tidak ada toleransi dan kebinekaan di NTT. Ia juga menulis kata-kata kasar yang ditujukan kepada warga. Unggahan Prima langsung menyulut kemarahan warga, tetapi tidak sampai menimbulkan aksi anarkistis.

Seorang tokoh agama kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Menurutnya, Prima dituduh menyebarkan isu yang bisa berujung pada konflik di Kota Kupang. Ia juga dituduh melanggar Pasal 45a Ayat 2 junto Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Perubahan atas UU No 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kami minta masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polda NTT dan diharapkan tidak melakukan perbuatan yang bertentangan dengan hukum. Marilah kita bersama-sama jaga agar situasi kamtibmas di NTT tetap aman, damai, dan kondusif," kata Jules.

Kendati begitu, seruan untuk memerangi intolerangi dan ketidakadilan di Tanah Air masih terus berlangsung di sejumlah kota di NTT. Aksi warga tersebut berlangsung damai yang disatukan dengan aksi menuntut mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dibebaskan dari penjara.

Di berbagai ruas jalan, mereka membakar lilin, berorasi, menyanyikan lagu-lagu perjuangan, dan berdoa bagi Ahok serta tegaknya Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (OL-2)

Komentar