Teknopolis

Berbagi Tumpangan untuk Selamatkan Bumi

Sabtu, 13 May 2017 17:00 WIB Penulis:

TRANSPORTASI daring saat ini sudah berkembang.

Namun, sejumlah transportasi daring mulai berinovasi untuk memberikan pelayanan mobilitas yang ramah lingkungan, seperti Uberpool.

"Uberpool itu memasangkan para pengguna yang melakukan pemesanan dari area yang sama ke tujuan-tujuan yang searah dalam satu mobil sehingga tidak hanya menghadirkan cara efisien untuk berpergian, tetapi juga mengurangi jumlah kendaraan yang dibutuhkan untuk sebuah perjalanan," papar Senior Public Policy Associate Uber Indonesia, Joanna Octavia, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (27/4).

Sejak diluncurkan pada Mei tahun lalu, Uberpool diklaim telah menghemat lebih dari 960.778 km jarak tempuh, setara dengan penghematan 45.056 liter BBM dan mengurangi 107 ribu kg emisi gas CO2.

"Fitur ini akan mendorong mobilitas yang berkelanjutan karena menggerakkan lebih banyak orang dengan jumlah kendaraan yang lebih sedikit. Dampaknya tentu akan lebih terasa dalam mengurangi kepadatan lalu lintas, polusi, dan konsumsi energi saat kondisi pasar semakin berkembang pesat dan lebih matang," imbuh Head of Communications Uber Indonesia, Dian Safitri, dalam kesempatan yang sama.

Keunikan lain ialah kontribusi mereka dalam mengurangi jarak tempuh per penumpang.

"Beberapa studi yang dilakukan, misalnya, oleh MIT di New York, memprediksi inovasi car pooling seperti Uberpool dapat mengurangi 75% jumlah kendaraan di jalan jika diadopsi secara meluas," jelas Dian.

Teknik yang sama memasangkan penumpang dengan jalur yang sama juga dilakukan Grab melalui Grabshare sejak 13 Maret 2017.

"Grab melihat peluang meningkatkan kualitas perjalanan harian dan mengurangi kemacetan dengan menekan jumlah komuter yang melakukan perjalanan seorang diri," jelas Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar, melalui surel kepada Media Indonesia, kemarin. (M-4)

Komentar