Surat Pembaca

Debt Collector ACC Finance Teror Nasabah

Sabtu, 13 May 2017 11:30 WIB Penulis:

DOK ACC

MESKI pada Mei ini saya sudah membayar angsuran mobil sebesar Rp6,9 juta (2 bulan) melalui karyawan Astra Credit Companies (ACC) Finance yang datang ke rumah, ternyata pada Kamis (11/5), saya tetap mendapat teror dari debt collector ACC Finance cabang Karawaci, Tangerang, Banten, yang dipimpin Naomi.

Dua debt collector berwajah tidak bersahabat yang memakai celana jins sobekan dengan anting-anting dan sambil merokok mendatangi rumah saya pada Kamis siang itu.

Mereka mengetuk pintu dengan kasar yang dibukakan anak saya dengan ketakutan.

Dengan tidak sopan dan tetap memakai kacamata hitam, kedua debt collector, yang salah satunya bernama Dewo, menginterogasi istri dengan menyebutkan bahwa saya masih menunggak pembayaran 4 bulan.

Informasi itu tidak benar karena sebelumnya saya sudah bayar langsung 2 bulan.

Jadi, saya hanya terlambat 1 bulan 10 hari, bukan 4 bulan sebagaimana tuduhan pihak ACC cabang Karawaci, Tangerang.

Namun, debt collector tersebut tetap ngotot dan tidak percaya.

Ketika lagi berdebat sengit dengan istri, kebetulan saya datang dan menjelaskan bahwa saya sudah melakukan pembayaran 2 bulan sekaligus dan ada bukti pembayaran tersebut.

Mendengar penjelasan itu, mereka akhirnya pergi dengan sikap masih arogan. Mereka menantang saya dengan menyebutkan jika ingin komplain silakan permasalahan ini diadukan ke surat kabar.

Mereka sebagai debt collector seolah-olah kebal hukum di negeri ini.

Arogansi yang dilakukan debt collector ACC Finance ini bukan kali pertama.

Sebelumnya, pada 6 Maret 2017, saya juga diteror dua debt collector dari perusahaan tersebut. Tindakan arogan yang mereka lakukan membuat anak saya yang berumur 10 tahun mengalami trauma dan tidak berani sendirian jika berada di rumah.

Untuk itu, sebagai anggota masyarakat yang berhak mendapat perlindungan dari kepolisian, saya meminta aparat kepolisian agar bertindak dengan tegas terhadap para debt collector dan preman yang sering melakukan teror terhadap nasabah.

Tindakan yang mereka lakukan seperti merampas motor dan mobil di jalan-jalan bahkan mengambil di rumah dengan cara paksa dan kekerasan jelas bertentangan dengan hukum.

Saya juga minta kepada pemerintah dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan untuk meninjau kembali lembaga keuangan yang menyewa debt collectror dengan cara-cara arogan kepada nasabahnya yang terlambat membayar angsuran mobil atau motor.

Komentar