Jendela Buku

Taman Hiburan Antara Imaji dan Realitas

Sabtu, 13 May 2017 06:15 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari wulan@mediaindonesia.com

Dok Mi

SCARLETT Dragna ingin sekali memberikan kado ulang tahun kepada sang adik, Donatella (Tella), berupa penampilan dari Master Caraval Legend beserta para pemainnya di Pulau Trisda, tempat mereka tinggal. Sudah tujuh surat dikirimkan Scarlett kepada Master Cara­val, mulai dengan alasan kado ulang tahun hingga di akhir ia menyebutkan maksud pengiriman suratnya yang berulang ini ialah keinginannya sendiri untuk menikmati Caraval sebelum hari pernikahannya tiba.

Di tahun ketujuh pula, Scarlett mendapatkan balasan dari Master Caraval, Legend, sebagai ungkapan selamat untuk pernikahan yang segera berlangsung dan juga tiga tiket gratis untuk menyaksikan pertunjukan di Pulau Isla de los Suenos. Rasa gembiranya tak bisa dibendung, tapi ada hal lain yang ia pikirkan karena kenyataannya akan sulit meninggalkan pulau untuk menyaksikan Caraval yang berdekatan dengan hari pernikahan. Scarlett segera mencari adiknya, Tella. Ia bermaksud ingin mengabarkan undangan tersebut.

Ia pun tahu sang adik sedang berada di antara drum-drum berisi rum dengan pelaut yang baru saja bersandar, Julian. Tanpa ingin panjang berdebat tentang apa yang sedang dilakukan sang adik, Scarlett segera berbicara empat mata tentang surat tersebut. Tak disangka, Tella begitu gembira dan meyakini dirinya akan pergi untuk pertunjukan tersebut.
Jika Tella begitu menggebu untuk segera mempersiapkan keberangkatannya, Scarlett justru memohon kepada adiknya agar hal tersebut tidak dilakukan. Hal tersebut disebabkan ayah mereka yang sangat kejam, misalnya, ketika sang ayah meninju Tella karena mengetahui Julian sedang berduaan dengan Scarlett. Darah mengalir dari pipi Tella, tapi itu tidak membuatnya berkecil hati. Ia hanya berpesan pada Scarlett, hidup bukan hanya mencari rasa aman.

Caraval dikisahkan sebagai taman hiburan yang indah dan sangat menarik, apalagi bagi seorang gadis kecil yang mendapatkan cerita tersebut dari sang nenek meskipun dalam cerita sang nenek tak memberikan detil bagaimana pertunjukan yang ada di dalam taman hiburan tersebut. Justru, sang nenek bercerita bahwa Master Caraval merupakan laki-laki dengan ketampanan luar biasa, tapi berkeahlian yang rendah.

Legend, kata sang nenek, merupakan keturunan yang paling tampan dan berhasil memikat hati perempuan. Kisah cinta keduanya tidak berujung manis lantaran ayah sang perempuan tidak setuju dengan hubungan putrinya bersama Legend. Karena itu, Legend segera mencari bantuan penyihir agar dapat memenuhi permintaannya, memiliki keahlian luar biasa dan menikah dengan gadis pilihannya.

Legend harus memilih salah satu. Ia pun meminta untuk memiliki keahli­an luar biasa dan ternyata tetap tak mampu merajut hidup dengan gadis pilihannya. Sebagaimana gadis kecil yang memimpikan taman hiburan, buku Caraval karya Stephanie Garber ini dimulai dengan suguhan cerita. Caraval memang tempat bermain yang menyenangkan. Terdengar seperti carnival. Ada booth sirkus dan permainan lain yang mempertontonkan kebisaan para pemain. Akan tetapi, imaji taman hiburan semakin lama luruh berganti dengan realitas, menjadi suatu taman dengan permainan yang mencekam.

Ikatan kasih kakak beradik
Tella telah lebih dahulu sampai di pulau tempat Caraval akan menyelenggarakan pertunjukan. Akan tetapi, saat Scarlett berhasil sampai di pulau dengan gambaran detail yang manis dan indah itu, ia tidak menemukan sang adik. Bersama Julian, ia terus menerus mencari sang adik. Karena ia bertemu dengan banyak orang yang tak dikenal, satu-satunya tumpuan hanya Julian. Scarlett tak menyadari kalau hilangnya Tella merupakan bahan permainan. Ia pun terus mengikuti bebera­pa petunjuk untuk menying­kap misteri dan menemukan kembali sang adik.

Di akhir cerita, Scarlett pun berhasil bertemu Tella. Keduanya benar-benar ada di dalam permainan Caraval karena rasa mengasihi satu sama lain. Romansa antara kakak dan adik sama kentalnya dengan romansa antara dua insan manusia, Scarlett dan Julian. Mereka saling terpikat dan terungkap Julian masih merupakan kerabat Legend. Julian jatuh hati pada Scarlett lantaran perempuan itu tidak seperti orang-orang lain yang datang ke Caraval dan terjerumus asyik dalam permainan. Sementara itu, Scarlett tetap teguh pada pendiriannya untuk menemukan sang adik.

Kakak beradik itu memang sudah memiliki loyalitas kasih sayang sejak masih berada di Pulau Trisda. Mereka akan selalu saling melindungi dari perbuatan kejam sang ayah semenjak mereka ditinggal sang ibu. Kekerasan yang juga digambarkan detail pada cerita ini hendaknya tidak menjadi satu bagian yang terfokus bagi pembaca. Namun, hal tersebut sulit karena kisah kedua kakak beradik ini terbangun karena loyalitas keduanya melawan kekejaman sang ayah.(M-2)

Komentar