Lingkungan

Edukasi Siaga Bencana lewat Karya Visual

Rabu, 10 May 2017 07:20 WIB Penulis:

ANTARA/HARVIYAN PERDANA PUTRA

EDUKASI kebencanaan semakin mendesak dilakukan di Indonesia. Berbagai cara dan kreativitas mendesak dilakukan untuk memudahkan edukasi dan sosialisasi ke-siagaan bencana di berbagai daerah.

"Sosialisasi bencana di Indonesia memang masih sangat minim. Perlu dilibatkan karya dan semangat generasi muda dalam upaya tersebut melalui karyaa," ujar Head of Disaster Research Response Center Universitas Indonesia, Budi Hartono, dalam pemutaran film dokumenter kebencanaan, Eagle Institute, di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan, UI Depok, Selasa (9/5).

Budi mengatakan bencana merupakan hal yang dapat direduksi. Hal tersebut harus dilakukan melalui konsistensi berbagai pihak, khususnya masyarakat sekitar wilayah rawan bencana untuk mau menjaga lingkungan dan memahami tindakan dalam kondisi darurat.

Produser dan Program Officer Eagle Institute, Agus Ramdhan, mengatakan film membuka mata kita untuk melihat apa yang terjadi secara lebih dalam di masyarakat.

"Ini menjadi cara dan hasil dari kalangan yang merasa cemas dan merasa terancam akan kondisi lingkungan," ujar Agus. Salah satu film yang ditayangkan dalam pemutaran tersebut ialah River School. Film yang menggambarkan kondisi pencemaran di Kali Code, Yogyakarta, tersebut menjadi salah satu karya komunitas pemerhati sungai di Yogyakarta untuk memperbaiki kondisi sungai melalui edukasi perbaikan lingkungan.

"Sejak 1980-an kondisi Sungai Code sudah sangat memprihatinkan. Hal itu juga terjadi di mayoritas sungai perkotaan Indonesia," ujar Pegiat Lingkungan Sungai Code River School, Toto Pratopo, kemarin.

Toto mengatakan edukasi bagi masyarakat soal bencana tidak dapat dilakukan secara formal saja, seperti sosialisasi di lembaga formal atau perguruan tinggi, tetapi juga melalui karya dan terobosan yang dapat secara langsung menyentuh masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup 2013, 75% dari sekitar 700 sungai perkotaan Indonesia tercemar. Citarum menjadi yang paling tercemar di Indonesia. (Pro/H-1)

Komentar