Surat Pembaca

Bersama Berantas Narkoba di Sekitar Kita

Senin, 8 May 2017 05:30 WIB Penulis: Thoriq Tri Prabowo Pengelola Resource Centre Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga

MI/Widjajadi

PERANG melawan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) seperti tidak ada habisnya dilakukan pemerintah.

Hal tersebut wajar diupayakan karena narkoba memang harus diberantas sampai ke akar-akarnya.

Pasalnya jaringan peredaran narkoba sudah masuk ke bagian paling lekat dengan kehidupan bermasyarakat, yaitu pergaulan.

Anak dan remaja usia yang masih duduk di bangku sekolah atau perguruan tinggi pada umumnya masih mencari pengakuan dan jati diri.

Pergaulan baik yang bersifat positif ataupun negatif membuat remaja merasa diakui.

Remaja sering terjebak di keadaan tersebut; setelah merasa diakui, mereka lantas mengabaikan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan 22% dari pengguna narkoba di Indonesia ialah pelajar dan mahasiswa. Sungguh miris melihat data tersebut karena pelajar dan mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa.

Hal tersebut perlu menjadi konsentrasi orangtua dan pemerintah untuk menanamkan mental antinarkoba kepada anak dan remaja.

Pergaulan anak dan remaja perlu menjadi perhatian orangtua karena dalam usia itu memang anak masih menjadi tanggung jawab orangtua.

Memperhatikan pergaulan anak bukan dilakukan dengan melarang mereka untuk melakukan hal apa pun, melainkan dengan menanamkan nilai-nilai kebaikan.

Membentengi anak untuk kebal terhadap rayuan untuk menggunakan narkoba jauh lebih efektif ketimbang melarang mereka untuk bergaul mengingat tidak semua pergaulan menjerumuskan kepada hal yang negatif.

Ada banyak pergaulan yang menumbuhkan potensi positif anak, seperti kegiatan seni, pendidikan, olahraga, sosial, dan keagamaan.

Orangtua hanya perlu mengidentifikasi kegiatan anak masuk ke ranah yang mana.

Dengan melihat teman sepergaulannya di komunitas yang anak ikuti misalnya.

Jika teman sepergaulan memiliki riwayat pengguna atau pecandu narkoba, orangtua harus mengawasinya lebih ketat untuk memastikan bahwa anak tidak terkontaminasi.

Orangtua patut curiga jika anak dan teman sepergaulannya melakukan aktivitas yang mencurigakan, misal sering pulang larut malam, sering meminta uang dalam jumlah banyak tetapi tidak jelas alasan penggunaannya, dan aktivitas mencurigakan lainnya.

Perang melawan narkoba memang harus dilakukan dari semua lini dan sendi kehidupan.

Pemerintah bisa membantu dengan melancarkan program melalui sosialisasi di sekolah dan perguruan tinggi.

Bukan tidak mungkin pergaulan antarteman di sekolah atau perguruan tinggi menjadi komunitas yang menjerumuskan.

Data BNN yang mengungkapkan 22% pengguna narkoba ialah pelajar dan mahasiswa menunjukkan memang pengawasan terhadap kegiatan siswa dan mahasiswa harus ditingkatkan.

Pelajaran moral di sekolah dan perguruan tinggi sebisa mungkin tidak hanya menjadi teori semata.

Membentengi anak dan remaja untuk tidak menggunakan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama oleh orangtua, lingkungan sekitar, sekolah, dan pemerintah.

Hal tersebut lebih efektif untuk menjauhkan anak dan remaja dari narkoba ketimbang dengan cara melarang seluruh aktivitas dan kegiatan mereka.

Komentar