Gaya Urban

Paduan Pilates dan Fisioterapi

Ahad, 7 May 2017 08:52 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/Adam Dwi

SERANGKAIAN gerakan olah tubuh tampak dilakukan oleh dua perempuan beserta bantuan sebuah kursi berwarna cokelat lengkap dengan peralatannya. Didampingi oleh seorang instruktur, alat yang dikenal dengan nama kursi pilates itu menjadi tumpuan utama dalam latihan siang hari itu.

Salah satunya ialah Rini Wulansari. Perempuan kelahiran 35 tahun silam ini begitu serius mendengarkan dan mempraktikan segala instruksi yang disampaikan oleh instruktur dalam kelas pilates dan fisioterapi di Pilatology. Berbagai gerakan yang terlihat cukup menyulitkan sama sekali tidak membuat dirinya patah semangat.

“Gerakannya memang cukup sulit, tapi saya mau terus mengikuti karena kebetulan saya ada masalah di bagian punggung dan itu cukup mengganggu kalau sudah nyeri,” tutur Rini ketika dijumpai di studio Pilatology, Jakarta, Rabu (3/5).

Rini mengaku jika dirinya memilih kelas di Pilatology karena memang kerap mengalami nyeri pada bagian punggungnya. Rasa nyeri itu muncul ketika dirinya menjalani proses hamil dan melahirkan beberapa tahun lalu sehingga membuat dirinya bertekad untuk menghilangkan rasa nyeri yang kerap mengganggu dirinya beraktivitas itu.

“Backpain saya itu baru muncul ketika saya hamil dan melahirkan. Mungkin karena kebanyakan duduk juga, jadi kerap nyeri saat melakukan gerakan tertentu,” sambungnya.

Setelah mengikuti berbagai kelas olahraga dan fisioterapi untuk menyembuhkan rasa nyeri di tubuhnya, pada akhirnya Rini memutuskan mencoba mengikuti kelas di Pilatology. Selama beberapa bulan mencoba kelas dan memberitahukan segala keluhan di tubuhnya, Rini mengaku rasa nyeri pada bagian punggungnya sedikit membaik.

Beberapa gerakan seperti core activation dan spinal stretch menurutnya sangat membantu memperbaiki otot-otot dan tulang yang kerap terasa nyeri di bagian punggung. Namun tentunya, gerakan lain yang digabungkan dalam kelas yang diikutinya juga banyak membantu memperbaiki bagian tubuh yang lain.

“Kalau melihat gerakan yang dipraktikan instruktur memang tampak mudah, namun jika otot core tidak siap atau jarang dilatih maka dipastikan akan cukup sulit mengikuti segala arahan instruktur. Sama seperti saya ketika awal-awal mengikuti kelas,” jelas Rini.

Instruktur di Pilatology, Joshua Christian, menjelaskan bahwa latihan di Pilatology sangatlah berbeda dengan kelas lainnya. Latihan pilates yang diterapkan pun berbeda karena digabungkan dengan gerakan fisioterapi guna menyembuhkan keluhan otot, tulang, dan persendian.

Menghilangkan Kram
Hampir setiap pagi hari, Rahmawati mengaku kerap mengalami kram pada bagian pinggang, paha, serta bagian punggung yang kerap terasa nyeri. Keluhan itu Ia rasakan dalam beberapa bulan, bahkan tahun yang selalu mengganggu aktivitas sehari-harinya.

“Kalau saya itu, ada dua keluhan dan sudah terasa cukup lama. Pertama, suka mengalami kram pada bagian pinggang dan paha serta tulang belakang saya itu agak oval,” tutur Rahmawati.

Rahma yang datang bersama kerabatnya Rini mengaku mencoba kelas di Pilatology karena ajakan temannya itu. Sebelum mengikut kelas itu, perempuan 35 tahun itu mengaku lebih memilih olahraga fitness di tempat kebugaran pada umumnya. Namun bukan menyembuhkan rasa sakit di tubuhnya, olahraga yang Ia lakukan justru semakin memperparah.

“Saya dulu lebih pilih nge-gym di tempat fitness karena juga ajakan teman. Namun karena kerap angkat beban, justru otot-otot dibagian tubuh yang saya rasa sakit semakin tidak sembuh,” sambungnya.

Menurutnya, kelas di Pilatology seperti ini sangat cocok untuk orang-orang yang pernah mengalami cedera atau sakit pada bagian tubuh tertentu. Dengan arahan yang tepat dari instruktur dan menyasar pada bagian tubuh yang dirasa sakit, penyembuhan terasa lebih cepat ketimbang mengikuti olahraga lainnya.

“Kuncinya sih memang fokus dan konsentrasi dalam mengikuti arahan instruktur. Karena untuk bisa mengunci sebuah gerakan itu butuh konsentrasi sehingga setelahnya dapat terasa lebih mudah,” kata Rahma. (M-3)

Komentar