WAWANCARA

Jangan Lupa Tertawa

Ahad, 7 May 2017 07:24 WIB Penulis: */Zat/M-2

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong. -- MI/Galih Pradipta

MATANG di dunia profesional, Thomas Lembong mengaku tak kesulitan beradapatasi dengan dunia birokrasi.

“Saya orangnya tidak selalu formal dan protokoler. Kedua, satu kekuatan bangsa kita itu humor. Saya berani mengatakan itu suatu keunggulan internasional kita. Jadi, kalau harus memilih antara nangis atau ketawa, ya milih ketawa aja deh. Yang terpenting itu semangat positif,” ujar Tom.

Optimisme serupa kembali diungkapkannya tentang panasnya suasana Jakarta saat ini. Ia menyakini, lebih dari 90% masyarakat kita itu sangat modern, toleran, dan positif. “Saya yakin dengan generasi selanjutnya Indonesia akan menjadi semakin baik dan hebat. Yang kaku dan fanatik hanya segelintir.”
Polemik Pilkada DKI disebutnya hanya perlu dirisaukan, termasuk dalam aspek investasi, jika perhatian pimpinan-pimpinan politik terlampau tersedot. “Kekisruhan politik akan terjadi dari waktu ke waktu tapi jangan lama-lama,” ujar Tom.

Buat relaksasi, Tom memilih berolahraga di dua gym favoritnya, dua-duanya di Jakarta Barat. Ia mengaku tak terlampau kuatir beraktivitas di ruang publik. “Sesekali ada yang mengenali, ya tidak apa-apa, masih lebih nyaman di gym sih dibanding di rumah,” kata Tom.

Simak lelucon
Kegiatan rutin lainnya, Skype dengan dua anaknya, usia 13 dan 11 tahun, yang bersama ibu mereka tinggal di Singapura. “Mereka sekolah di sana, sesekali mereka ke Jakarta, atau saya ke sana. Skype biasanya curhat, karena dimarahi mamanya hahaha,” kata Tom sambil tersenyum lebar.

Sesekali, Tom pun menyimak aneka lelucon di media sosial. Humor, disebutnya juga penting. Ia mencontohkan sisi humoris Presiden Joko Widodo. “Beliau juga punya humor yang luar biasa. Bukan berarti kita tidak serius. Kami sangat serius mengenai reformasi atau modernisasi. Cuma, tidak usah lupa daratan dan harus tetap realistis dan semangat positif,” ujar Thomas. (*/Zat/M-2).

Komentar