Hiburan

Kolaborasi Alam, Musik, dan Budaya

Ahad, 7 May 2017 05:45 WIB Penulis: FACHRY PRAYASI fachryprayasi@mediaindonesia.com

MI/RAMDANI

PERPADUAN antara alam, musik, dan pertunjukan budaya menjadi daya tarik dari Eco Music Camp, di Subang, Jawa Barat, 27-29 April 2017. Selama tiga hari, pengunjung dapat merasakan pengalaman berkemah yang dimeriahkan sederet musisi dalam dan luar negeri. Sederet musisi terkenal yang turut ambil bagian di antaranya Sandy Sandoro, Littlelute, Trompela Brass Band, solois asal Amerika Serikat Leanna Rachel, dan DJ Kamau. Tidak ketinggalan, pertunjukan musik yang kental dengan unsur budaya Indonesia, INO Ensemble dan Karinding Attack mengalun bersama udara sejuk di Tea Garden Resort saat itu.

Di acara itu, Sandy Sandoro tampil dengan menyanyikan 5 lagu termasuk berkolaborasi dengan Leanna Rachel menyanyikan lagu The Road Jack, yang dipopulerkan oleh Ray Charles pada 1960-an. Aksi mereka terbilang sangat apik, meski baru bertemu saat latihan bersama pada hari penyelenggaraan acara. “Kita ada di cottage yang sama, lalu nge-jam bersama dan akhirnya memutuskan untuk kolaborasi,” jelas Sandy yang ditemui tim Media Indonesia di belakang panggung.

Kemah
Selain aksi panggung para musisi, berkemah menjadi alasan menarik di ajang ini. Lokasi yang cukup jauh dari keramaian dan udara sejuk di tengah hamparan kebun teh membuat sensasi luar ruang menjadi lebih terasa. Sebuah panggung di tengah tenda disediakan pihak panitia, sayangnya hujan terus mengguyur area tersebut, seluruh acara terpaksa terpusat di panggung utama.

Franki Raden, komposer peraih Piala Citra untuk kategori Best Music Arranger, yang menjadi pencetus acara Eco Music Camp, mengaku ketertarikannya pada musik, budaya, dan alam menjadi ide awal acara ini. Konsentrasi Franki pada masalah lingkungan juga mengacu pada data Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mencatat bahwa masalah lingkungan menjadi persoalan yang paling krusial di Jawa Barat.

“Saya rasa masalah lingkungan bukan hanya milik pribadi, golongan atau suku tertentu, tapi ini merupakan masalah kita semua. Untuk itu saya ingin mengimbau teman-teman seniman yang mempunyai alat yang sangat powerful yakni seni, untuk membantu membangun kesadaran pada masyarakat untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi
Ajang Eco Music Camp 2017 ini merupakan festival musik ketiga yang digagas Franki bersama Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat. Dua festival sebelumnya digelar di
Taman Nasional Gunung Halimun Salak dan Taman Mekarsari. Dalam pembukaan acara tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyampaikan musik menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan. Sehingga melalui kegiatan tersebut, sosialisasi mengenai lingkungan dapat sekaligus dilakukan bersama pengenalan budaya kepada masyarakat dalam dan luar negeri.

“Mudah-mudahan dengan musik ini ada efek juga ke pariwisataannya. Paling tidak kita menstimulus bagaimana orang-orang yang datang, mendengar, segala macam untuk mencoba menjadi pelaku dalam menjaga alam,” ujar Deddy. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat Ida Hernida mengatakan acara tersebut juga menjadi pintu gerbang bagi para turis untuk mengenal wisata Jawa Barat, khususnya yang berbasis ecotourism.

Eco Music Camp, menurut Ida, juga diharapkan mampu membawa produk musik dalam negeri juga kebudayaan Jawa Barat supaya melesat ke kancah Internasional
melalui para penampil dan penonton yang juga datang dari berbagai negara.(M-4)

Komentar