Surat Pembaca

Indosat Ooredoo Memutus Paket Data secara Sepihak

Sabtu, 6 May 2017 12:02 WIB Penulis: Rosmery Sihombing Pondok Surya Mandala, Bekasi Selatan

ANTARA/Puspa Perwitasari

PADA Jumat (5/5), pukul 13.05 WIB, saya terkejut membaca SMS dari Indosat mengenai tagihan telepon seluler saya untuk pemakaian selama April 2017.

Saya syok membaca SMS tersebut karena di situ disebutkan tagihan saya mencapai Rp1.401.980.

Dengan perincian, percakapan Rp81.400, SMS Rp4.600, dan data Rp1.159.800 (387.596.114 bytes).

Tagihannya melonjak tajam jika dibandingkan dengan Maret yang mencapai Rp458.755.

Itu pun sebenarnya saya juga kaget karena selama ini saya cuma membayar maksimal Rp300 ribuan.

Setelah membaca tagihan tersebut, saya langsung mengontak Customer Service (CS) Indosat Ooredoo yang berhasil tersambung setelah hampir 30 menit terus-menerus menelepon nomor 30003000 dan 54388888.

Kepada petugas CS bernama Nadia, saya menyampaikan keluhan tagihan April yang mencapai tiga kali lipat dari tagihan sebelumnya.

Setelah di cek, Nadia menjelaskan bahwa tagihan pulsa saya terkena tarif normal karena paket data saya tidak diperpanjang sejak 18 Maret 2017.

Kepada Nadia, saya mempertanyakan mengapa saya terkena tarif normal tanpa ada persetujuan dari pihak konsumen?

Indosat juga tidak memberitahukan soal perubahan tarif normal.

Sebelumnya melalui SMS, Indosat hanya menyampaikan bahwa kuota internet saya habis.

Untuk itu, layanan data akan melambat dan tidak ada tambahan biaya.

Berdasarkan penjelasan Nadia, diakui bahwa beberapa waktu lalu jaringan di Indonesia mengalami masalah sehingga sebagian data pelanggan tidak ter-update, mungkin termasuk nomor saya.

Nadia pun mengatakan tagihan saya bisa dibayar dua periode, artinya saya bisa mencicil.

Saya tegaskan, saya tidak mau membayar sebab saya tidak tahu kalau dari 18 Maret itu paket saya diputus.

Saya yakin tagihan di Mei pun akan melonjak lagi.

Mendengar penjelasan tersebut saya sungguh terkejut.

Bagaimana mungkin kerusakan jaringan di Indosat tetapi saya harus menanggung akibatnya? Ini sungguh tidak adil buat saya yang sudah hampir 14 tahun menjadi pelanggan Indosat (saya punya dua nomor dan keduanya memakai Ooredoo).

Bagaimana mungkin saya harus membayar tagihan yang cukup mahal akibat kesalahan yang bukan saya buat?

Saya merasa dirampok.

Melalui rubrik surat pembaca ini, saya mohon penjelasan dan tanggung jawab dari pihak manajemen Indosat Ooredoo yang sudah semena-mena memainkan tarif pulsa seluler saya.

Saya juga tidak akan membayar biaya tagihan April dengan alasan saya tidak pernah mengajukan atau meminta paket data sebesar Rp50 ribuan per bulan tidak diperpajang.

Komentar