Features

Setelah Balai Kota, Bahasa Cinta Itu Singgah di Istana dan Mabes Polri

Rabu, 3 May 2017 14:25 WIB Penulis: MTVN

Seorang anggota Polri berjaga di depan Mabes Polri yang dipenuhi puluhan karangan bunga di Jalan Trunojoyo, Jakarta---ANTARA/Widodo S. Jusuf

BAHASA bunga belakangan menjadikan Jakarta meriah dan penuh cinta. Setelah Ahok-Djarot kebanjiran simpati melalui kiriman bunga yang memenuhi Balai Kota, kali ini giliran Istana Kepresidenan dan Mabes Polri.

Di pintu masuk Istana Kepresidenan sudah bertengger tiga karangan bunga. Semuanya berisi dukungan terhadap Presiden Jokowi untuk menjaga NKRI, yang dikirim dari beberapa pihak.

Salah satu karangan bunga menuliskan "Kepada Bapak Jokowi, mendukung penegakan NKRI dan Pancasila." Di bawahnya tertulis "warga negara Indonesia" yang merujuk kepada pengirim karangan bunga.

Karangan bunga lainnya berbunyi, "Pakdhe Jokowi, kami masih padamu bersama menjaga NKRI." Pengirimnya adalah ROmo Mar, Daru, RObert Isma Kebaya, Laeliya, Oscar, Teguh Pithik, Heuw, Koh Bun, Akhong, Cecil, Retno, Mas Gowok, Peter, Doni, Syaeful, Dariah, Pinjung, Chyntia, dan Andreas.

Sementara itu, karangan bunga lain menuliskan, "Selalu mendukung Pak Jokowi untuk menjaga NKRI dari radikalisme agama apa pun. Kekeuh selalu sama NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila." Pengirimnya berasal dari Smandel 91 yang cinta toleransi dan NKRI.

Juru bicara Kepresidenan Johan Budi menilai, karangan bunga itu merupakan bentuk ekspresi terhadap Presiden Joko Widodo. "Ada yang harapan, ungkapan. Dan pengiriman bunga itu merupakan ungkapan," kata Johan, Rabu 3 Mei 2017.

Karangan bunga memang sedang menjadi viral. Hal ini bermula dari karangan bunga untuk memberikan semangat kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama dan wakilnya, Djarot Saiful Hidayat yang kalah dalam pilkada 2017.

Ada Ribuan Karangan Bungan Yang Membanjiri Halaman Balai Kota Jakarta. Saat Karangan Bunga Itu Dibakar Pada Aksi Memperingati Hari Buruh Internasional Pada 1 Mei 2017, Netizen Pun Bereaksi.

Di Mabes Polri pun tak kalah meriahnya. Karangan-karangan bunga itu berisikan dukungan kepada Polri untuk menindak segala hal yang bisa meretakkan NKRI.

Tulisan-tulisan itu memang menunjukkan kecintaan kepada institusi Polri dan TNI serta bangsa ini. Seperti yang terlihat dari tulisan, "Selamatkan NKRI Berantas Radikalisme!!! Bergerak cussssss!!!".

Atau tulisan lain, "Pak Kapolri, kami dukung bapak menyapu bersih kaum intoleran yang mau rubuhkan tiang Pancasila dan NKRI."

Ada juga yang menuliskan, "Kepada Presiden, Kapolri, dan Panglima TNI, NKRI Harga Mati.''

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi kiriman-kiriman bunga dari masyarakat. Bahkan Kapolri mengaku itu bentuk dukungan terhadap kinerja kepolisian.

Setidaknya sudah ada 200-an karangan bunga yang memenuhi trotoar di depan Mabes Polri.

Masihkah berpikir ini sebuah pencitraan? Bunga memang bahasa simbol yang artinya bisa menjadi lambang cinta bagi pengirim dan penerima. Jangan sepelekan sebuah karangan bunga. (OL-4)

Komentar