On This Day

1986: Bom di Bandara Sri Lanka

Rabu, 3 May 2017 02:00 WIB Penulis: History | BBC | Dok.mi

SANGAM.ORG

SEBANYAK 20 orang meninggal dan 41 orang terluka setelah terjadi ledakan bom di sebuah pesawat di Bandara Colombo, Sri Lanka, pada 3 Mei 1986. Pesawat itu membawa penumpang yang kebanyakan turis asal Prancis, Inggris, dan Jepang, yang sebelumnya hendak mengunjungi Pulau Maladewa di Samudra Hindia. Setelah ledakan, ditemukan paket yang di dalamnya berisi seragam dengan logo black tiger. Logo tersebut merupakan logo pemberontak Tamil di Sri Lanka. Karena itu, bom tersebut diyakini dipasang pemberontak Tamil yang menginginkan pemisahan wilayah di Sri Lanka.

Ledakan, yang berasal dari pesawat dengan nomor penerbanwwgan UL512, membuat pesawat tersebut terbelah menjadi dua. Serangan itu mungkin bertujuan menggagalkan pembicaraan perdamaian antara pemberontak Tamil dan pemerintahan Sri Lanka yang direncanakan India. Pemberontak Tamil muncul karena ketidakadilan saat reformasi ekonomi di Sri Lanka. Tamil cukup menakutkan bagi masyarakat Sri Lanka karena kebanyakan dari mereka rela melakukan bom bunuh diri agar mencapai tujuan.

Komentar