Gaya Urban

Jurus Jitu Berlari

Ahad, 30 April 2017 13:30 WIB Penulis:

MI/ARDI TERISTI HADI

AJANG lari maraton, seperti Mandiri Jogja Marathon 2017, sering dijadikan arena bagi para pelari untuk memperoleh catatan waktu terbaik (personal best time). Tidak jarang para pelari memacu diri melebihi kemampuan mereka untuk mencapainya.

Dari wawancara Media Indonesia dengan atlet lari maraton Suwandi dan personal trainer Gold's Gym Indonesia Juli Saputra, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi seorang pelari, dari latihan dan menjaga pola makan sebelum lomba lari, pemanasan yang cukup agar tidak cedera, hingga menjaga tubuh agar tidak dehidrasi. "Sebelum lomba, latihan harus kontinu dan makanan harus dijaga," kata Suwandi, atlet maraton.

Suwandi mengatakan paling tidak ada tiga jenis latihan rutin yang harus dilakukan pelari, yaitu latihan interval, long run, dan penguatan otot-otot. Latihan interval ialah berlari dalam jarak tertentu, misalnya 400 meter atau 1.000 meter, dengan diselingi interval sekitar beberapa menit.

Latihan selanjutnya ialah long run, yaitu lari dengan jarak terjauh dalam latihan, misalnya 5 kilometer, 10 kilometer, 21 kilometer, atau 42 kilometer. Selain itu, penguatan otot-otot diperlukan agar otot dapat bekerja secara optimal saat lari jarak jauh.

Ia mengatakan, dalam berlari, bagian hamstring (otot bagian belakang paha), betis, dan lutut akan bekerja berat. Oleh sebab itu, pemanasan diperlukan sebelum aktivitas lari jarak jauh, seperti maraton.

Juli Saputra, personal trainer Gold's Gym, menambahkan pemanasan yang cukup sebelum berlari jarak jauh harus dilakukan. Paling tidak ada tiga bagian penting yang harus diregangkan sebelum lari jarak jauh, yaitu hamstring, betis, dan lutut. "Saya tadi beri pemanasan squat agar saat lari otot bisa bekerja secara normal dan larinya dapat stabil," kata dia.

Pada saat lari, jangan lupa mengonsumsi air yang cukup. Olahraga lari jarak jauh membuat temperatur tubuh naik sehingga menyebabkan banyak cairan tubuh yang keluar melalui keringat. Air minum yang ada di pos-pos sepanjang jalur lari sebaiknya dimanfaatkan untuk menggantikan cairan tubuh yang keluar. AT/M-3

Komentar