Gaya Urban

Maraton Plus Wisata

Ahad, 30 April 2017 13:00 WIB Penulis: Ardi teristi Hardi

ANTARA

LANGIT masih gelap ketika gelombang manusia mulai berkumpul di kompleks Candi Prambanan, yang berada di perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Jawa Tengah. Sebagian dari mereka melakukan peregangan otot dan ada pula yang berlari-lari kecil.

Dini hari di Minggu (23/4) itu kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut memang menjadi pusat penyelenggaraan Mandiri Jogja Marathon 2017. Tren olahraga ditambah keindahan alam serta budaya tampak menjadi paduan pas untuk menarik minat masyarakat ambil bagian. Total ada 6.210 peserta dari berbagai daerah ikut dalam ajang ini.

Saat lomba berlangsung, suasana yang muncul pun unik. Orang-orang yang berlari di jalan kompleks candi yang berpayung pohon-pohon besar menyuguhkan potret kompetisi yang tidak biasa. Kompetisi olahraga itu menjadi tidak sepanas dan setegang umumnya karena peserta bisa sambil menikmat keindahan candi.

Lomba maraton internasional yang baru pertama kali diselenggarakan di DIY itu menempuh rute yang melewati 13 desa dan 3 tujuan wisata utama. Selain Candi Prambanan, peserta melewati Candi Plaosan dan Monumen Taruna.

Di antara para peserta itu tampak pula wajah-wajah cukup terkenal, seperti Wali Kota Bogor Bima Arya, Bupati Sleman Sri Purnomo, dan Kapolda DIY Ahmad Dofiri.

Bima pun menilai ajang itu perpaduan yang baik antara olahraga dan wisata. "Menurut saya, ini salah satu yang terbaik, menggabungkan lari dengan wisata dan kuliner," kata dia.
Bagi Bima Arya, olahraga lari bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sudah ditekuni lima tahun terakhir. Karena hobi itu pula ia rela mengejar berbagai ajang maraton.

"Dalam seminggu, lari 3 sampai 5 kali. Rata-rata rute yang ditempuh 5-7 kilometer," kata dia. Pengakuan Bima terlihat sendiri dari performanya berlari. Pria berusia 44 tahun itu tampak mantap melahap rute 10 kilometer. Ia juga mengaku pernah menjajal nomor half marathon di kesempatan lain. Untuk mengikuti nomor itu, biasanya ia melakukan persiapan lebih.

Sementara itu, Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri mengaku baru satu setengah bulan terakhir intens berlatih lari. Ia sengaja berlatih lari bersama istri dan anak untuk mengikuti Mandiri Jogja Marathon 2017. Keikutsertaannya semata-mata hanya untuk memeriahkan Mandiri Jogja Marathon sambil bersenang-senang dan mengukur kemampuan diri. Oleh sebab itu, ia bersama istri dan anak mengambil lari jarak 5 kilometer.

"Saya surprised juga setelah tahu hasilnya. Kalau latihan-latihan biasa tidak secepat ini. Karena bersama-sama dengan yang lain, jadi semangat," kata dia. Jika latihan, Ahmad Dofiri biasa menyelesaikan 5 kilometer dengan waktu 35-36 menit, tetapi dalam Mandiri Jogja Marathon 2017 ia bisa menyelesaikan 5 kilometer dalam waktu 21 menit 58 detik. Ia pun menjadi pelari tercepat di kelompok umur di atas 50 tahun bagian putra.

Berbagai negara

Tidak hanya peserta dalam negeri, ajang Mandiri Jogja Marathon 2017 ini diikuti 11 pelari internasional dari Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di garis depan mereka bersaing dengan 20 pelari nasional, seperti Agus Prayogo.

"Sebagai ajang maraton pertama di Yogyakarta, kami cukup puas dengan animo peserta yang ambil bagian. Ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya berolahraga serta semakin populernya olahraga lari di Tanah Air," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo Kartika. (M-3)

Komentar