Pesona

Hijab Memukau Versi Igun

Ahad, 30 April 2017 12:30 WIB Penulis: Bintang Krisanti

MI/ROMMY PUJIANTO

BUSANA muslimah dengan gaya atasan yang dimasukkan ke rok atau celana bukanlah hal umum. Namun, itulah yang dihadirkan Ivan Gunawan sebagai salah satu set busana dari label terbarunya, Manjha Hijab.

Diperagakan di acara Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) pada Jumat (21/4) di Harris Hotel Kelapa Gading, Jakarta, set busana itu terdiri dari atasan bergais merah dan emas marun. Bawahannya adalah rok a-line dengan motif pasley, serta motif-motif renaisans.

Tali pinggang dengan tassel merah marun pada rok menambah fokus ke pemakaian blus yang dimasukkan. Meski begitu, kesan dari keseluruhan busana tetap santun karena penggunaan yang melebihi dada meski pada salah satu sisi tampak sedikit terangkat. Dengan cerdik pula Ivan memadukan kesan mewah dan playful lewat sematan payet yang penuh pada garis-garis merah di atasan. Sementara itu, di set busana-busana lainnya, kesan mewah dan glamor dipadukan dengan gaya edgy hingga romantis. Misalnya lewat kerudung ala capuchon yang ditaburi mutiara senada ataupun lewat kerudung-kerudung bermotif dalam warna pastel.

Ivan atau yang akrab disapa Igun memang sesungguhnya tidak asing dengan busana berkerudung. Ia sudah sering menyisipkan busana-busana islami di koleksi label lain miliknya, misalnya Jajaka.
Namun, di label terbaru ini, Igun lebih total menggarap busana muslimah. Berbicara kepada media, Igun mengatakan label Manjha Hijab lahir setelah sang bunda memutuskan untuk mengenakan hijab. Keputusan bundanya itu ditanggapi serius oleh Igun dengan membuatkan koleksi khusus. Dengan begitu, sang bunda tidak perlu berhijab dengan menggunakan busana-busana umum yang kemudian dimodifikasi agar sesuai dengan syariat, misalnya dengan menggunakan manset.

"Dari dulu saya enggak suka kalau ada orang berhijab tapi memakai manset, makanya saya coba buat koleksi untuk mereka yang cocok digunakan untuk keseharian hingga pesta," ujar Igun.
Tidak hanya itu, Igun juga mengaku tidak suka melihat orang berhijab tetapi gaya busananya terkesan lusuh.

"Orang yang berhijab itu tetap bisa tampil stunning tanpa melupakan kaidah-kaidah berpakaiannya, misalnya ia tetap bisa pakai celana, pakai jaket pendek, atau jaket ala kimono yang penting daerah dada tertutup, panjangnya sesuai, dan potongannya tidak terlalu membentuk badan," tambah Igun. Maka, mengusung tema Romantic hijab culture, Igun pun menghadirkan 22 set busana dan kerudung yang sesuai dengan konsep stunning-nya itu.

Nama Manjha muncul karena kebiasaan Igun mengucapkan kata manja saat ia sering melihat sesuatu yang bisa dikatakan bagus. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata dalam bahasa Arab kata manjha sendiri memiliki makna yang baik, yaitu keselamatan dan kesuksesan.

"Bukan cuma itu, hijab ini kalau dipakai akan ada dekapan manja Igun, itu yang bikin khas. Penasaran, kan?" ujar Igun sembari melontarkan guyonannya. Untuk busana, pada peragaan ini ia mengaku hanya menghadirkan edisi premium yang nantinya akan ia luncurkan di London, Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika Serikat.

Bisnis

Melalui Manjha, Igun juga mencoba bekerja sesuai dengan manajemen bisnis yang baik. Salah satu cara yang ia lakukan ialah dengan mempatenkan karyanya dan memproduksinya secara masal, dalam arti diproduksi beberapa tangan. Motif dan bordir pada koleksi merupakan hasil kerja sama dengan para pekerja di Kudus.

"Ada anak SMK ada warga juga ya supaya bisa membantu UMKM di sana dan supaya tidak kewalahan," akunya. Menyasar kalangan menengah ke bawah, pakaian santun siap pakai milik Igun itu pun dibanderol dengan harga yang disesuaikan dengan kelas tersebut. Untuk kerudung ia mematok harga mulai Rp129 ribu hingga Rp300 ribu, sedangkan untuk pakaian ia mematok harga mulai Rp699 ribu hingga Rp1,5 juta. (*/M-1)

Komentar